Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:56 WIB
"Pada sektor tebu, TNI Angkatan Udara bersama Sinergi Gula Nusantara, swasta, dan asosiasi petani mendampingi lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula," ujar Agus.

Secara khusus di Lanud Abdulrachman Saleh, lokasi panen raya yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto, luas lahan siap panen mencapai 800,5 hektare. Dari luasan tersebut diperkirakan dihasilkan 72.045 ton tebu, dengan nilai jual rata-rata yang diterima pabrik sekitar Rp720.000 per ton.

Selain menghasilkan gula, Agus mengatakan hilirisasi tebu juga menghasilkan berbagai produk turunan seperti molase, bioetanol, bahan baku industri dan farmasi, pupuk organik, hingga produk lainnya yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Pada sektor kedelai, TNI Angkatan Laut mendampingi budidaya di lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi mencapai 3.676 ton yang tersebar di enam wilayah. Produksi tersebut berkontribusi sekitar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional tahun 2026.

Untuk meningkatkan produksi, hingga Juni 2026 TNI AL juga telah membuka lahan baru seluas 3.110 hektare di tujuh wilayah, baik di lahan milik TNI AL maupun lahan binaan daerah. Dari lahan tersebut diperkirakan akan dihasilkan sekitar 5.287 ton kedelai. "Upaya ini akan memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor," katanya.

Adapun pada sektor padi, TNI Angkatan Darat mendampingi panen seluas 479.610 hektare selama Juli 2026. Secara kumulatif, sejak Januari hingga Juni 2026, luas panen yang didampingi TNI AD telah mencapai 6,26 juta hektare dengan total produksi sekitar 19,2 juta ton beras. Capaian tersebut telah mendukung 55,24% target produksi beras nasional 2026.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!