KAEF Siapkan Ekosistem Terintegrasi, Perkuat Misi Indonesia Bebas TB pada 2030
Selasa, 14 Juli 2026 - 17:08 WIB
Sebagai produsen farmasi nasional, Kimia Farma memiliki portofolio lengkap obat TB, baik untuk Tuberkulosis Sensitif Obat (DS-TB) maupun Tuberkulosis Resisten Obat (DR-TB). Sejumlah produk telah tersedia dalam bentuk Fixed Dose Combination (FDC) untuk pasien dewasa maupun anak.
Perusahaan juga terus mengembangkan inovasi terapi, termasuk memproduksi antibiotik Moxifloxacin yang mulai diluncurkan sejak 2025 sebagai bagian dari kesiapan mendukung regimen pengobatan TB yang lebih efektif.
Di sektor hulu, Kimia Farma didukung fasilitas produksi modern di Jakarta dan Banjaran dengan kapasitas lebih dari 500 juta tablet per tahun guna menjamin ketersediaan obat bagi program nasional.
Tak hanya di bidang produksi, Kimia Farma juga memperkuat deteksi dini melalui penyediaan teknologi diagnostik seperti alat uji TB LAMP dan layanan skrining berbasis X-Ray untuk mempercepat penemuan kasus.
Pada sisi distribusi, perusahaan mengandalkan jaringan 44 cabang yang menjangkau seluruh Indonesia, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sehingga pasokan obat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan logistik TB dapat tersalurkan secara merata.
Perusahaan juga terus mengembangkan inovasi terapi, termasuk memproduksi antibiotik Moxifloxacin yang mulai diluncurkan sejak 2025 sebagai bagian dari kesiapan mendukung regimen pengobatan TB yang lebih efektif.
Di sektor hulu, Kimia Farma didukung fasilitas produksi modern di Jakarta dan Banjaran dengan kapasitas lebih dari 500 juta tablet per tahun guna menjamin ketersediaan obat bagi program nasional.
Tak hanya di bidang produksi, Kimia Farma juga memperkuat deteksi dini melalui penyediaan teknologi diagnostik seperti alat uji TB LAMP dan layanan skrining berbasis X-Ray untuk mempercepat penemuan kasus.
Pada sisi distribusi, perusahaan mengandalkan jaringan 44 cabang yang menjangkau seluruh Indonesia, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sehingga pasokan obat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan logistik TB dapat tersalurkan secara merata.
Lihat Juga :