DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:55 WIB
Arwani mengajak seluruh penyelenggara negara menjadikan kritik publik sebagai bahan introspeksi sekaligus momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dia mengatakan pesan Presiden Prabowo Subianto patut menjadi refleksi bersama bahwa seluruh aparatur negara, baik birokrasi, TNI, Polri, Kejaksaan, maupun lembaga negara lainnya, pada hakikatnya berasal dari rakyat dan mengemban amanah untuk mengabdi kepada rakyat.

"Presiden Prabowo berkali-kali mengingatkan semua harus berintrospeksi. Birokrat, prajurit TNI, anggota Polri, jaksa, hingga seluruh aparatur negara berasal dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Seragam yang dikenakan, sepatu, kaus kaki, topi, hingga berbagai fasilitas yang digunakan dalam menjalankan tugas semuanya berasal dari uang rakyat melalui pajak. Amanah itu harus dijaga dengan penuh integritas dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

Menurutnya, semangat introspeksi tersebut perlu diiringi dengan kedewasaan seluruh elemen bangsa dalam memanfaatkan ruang publik. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi tidak boleh berkembang menjadi konflik yang melemahkan kepercayaan terhadap institusi negara maupun mengganggu stabilitas nasional.

"Yang diharapkan masyarakat adalah para pemimpin bersatu, menjaga harmonisasi nasional, dan bekerja sama menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Kita semua memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, maju, dan sejahtera. Karena itu, mari kita bangun demokrasi dengan kritik yang konstruktif, menghormati fakta, menjunjung tinggi proses hukum, dan tetap menempatkan persatuan bangsa sebagai kepentingan utama," ucapnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!