Menteri LH Jumhur Hidayat Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan
Sabtu, 04 Juli 2026 - 16:13 WIB
"Sekarang Pak Jumhur Hidayat dan tim sedang berjuang membuat ekologi jadi recovery, bangkit kembali, pulih kembali. Kita bisa dengarkan pandangan beliau bagaimana menjaga dan merawat bumi sebagai tempat hidup kita bersama," kata Sudirman Said.
Sekda Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono mengatakan, produksi sampah Kota Tegal memproduksi sampah 177 ton per hari, yang ketika bergabung dengan aglomerasi, wilayah tetangga Kabupaten Tegal yang memproduksi sampah 670 ton, ditambah lagi dengan Kabupaten Brebes yang memiliki timbulan sampah 1.300 ton perhari.
"Kami ingin menjadi aglomerasi yang bersama-sama ingin mengolah sampah menjadi produk energi terbarukan. Yakni berupa PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) yang masih dalam progres, semoga bisa terealisasi dalam waktu tidak terlalu lama," kata Agus.
Dalam menghadapi perubahan iklim, kata Agus, beberapa kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah melakukan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui kegiatan mageri segoro. Yakni kegiatan menanam ribuan mangrove di kawasan pantai untuk menjaga ekosistem pesisir dan mengurangi abrasi.
Kemudian melakukan gerakan Caping Cinta yakni gerakan yang berfokus pada penanaman pohon secara serentak di seluruh sekolah, seluruh perkantoran dan juga tempat usaha. Jadi setiap usaha didorong untuk menanam sedikitnya 5 pohon.
Dalam waktu singkat telah mampu menanam sebanyak 4.201 pohon dalam waku 1 minggu. "Juga melakukan penambahan ruang terbuka hijau, dengan komitmen Wali Kota Tegal menegaskan bahwa setiap industri, 40% lahan di antaranya harus menjadi lahan terbuka hijau," kata Sekda Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono.
Sekda Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono mengatakan, produksi sampah Kota Tegal memproduksi sampah 177 ton per hari, yang ketika bergabung dengan aglomerasi, wilayah tetangga Kabupaten Tegal yang memproduksi sampah 670 ton, ditambah lagi dengan Kabupaten Brebes yang memiliki timbulan sampah 1.300 ton perhari.
"Kami ingin menjadi aglomerasi yang bersama-sama ingin mengolah sampah menjadi produk energi terbarukan. Yakni berupa PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) yang masih dalam progres, semoga bisa terealisasi dalam waktu tidak terlalu lama," kata Agus.
Dalam menghadapi perubahan iklim, kata Agus, beberapa kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah melakukan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui kegiatan mageri segoro. Yakni kegiatan menanam ribuan mangrove di kawasan pantai untuk menjaga ekosistem pesisir dan mengurangi abrasi.
Kemudian melakukan gerakan Caping Cinta yakni gerakan yang berfokus pada penanaman pohon secara serentak di seluruh sekolah, seluruh perkantoran dan juga tempat usaha. Jadi setiap usaha didorong untuk menanam sedikitnya 5 pohon.
Dalam waktu singkat telah mampu menanam sebanyak 4.201 pohon dalam waku 1 minggu. "Juga melakukan penambahan ruang terbuka hijau, dengan komitmen Wali Kota Tegal menegaskan bahwa setiap industri, 40% lahan di antaranya harus menjadi lahan terbuka hijau," kata Sekda Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono.
(rca)
Lihat Juga :