Menteri LH Jumhur Hidayat Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan

Sabtu, 04 Juli 2026 - 16:13 WIB
loading...
Menteri LH Jumhur Hidayat...
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat usai memberikan Kuliah Umum dan Diskusi Ilmiah dengan akademisi dan civil society organizations (CSO) di Universitas Harkat Negeri, Kampus Mataram, Kota Tegal. Foto: Istimewa
A A A
BREBES - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat memberikan Kuliah Umum dan Diskusi Ilmiah dengan akademisi dan civil society organizations (CSO) di Universitas Harkat Negeri, Kampus Mataram, Kota Tegal, Jumat (3/7/2026). Dalam kesempatan itu, dia berharap ada moratorium penebangan hutan atau moratorium deforestasi.

“Saya berharap tidak buru-buru menebang hutan. Mudah-mudahan ada moratorium penebangan hutan atau moratorium deforestasi. Wah bisa jadi headline tuh, Menteri Lingkungan hidup meminta ada moratorium deforestasi. Ya enggak apa-apa silakan saja. Kan saya hanya berharap dan bukan bertentangan dengan yang suka nebang-nebang hutan. Siapa tahu didengar dan itu jadi lebih baik buat kita semua,” kata Jumhur Hidayat.

Hal itu dikatakan Jumhur menanggapi pertanyaan dari seorang peserta diskusi soal penebangan hutan untuk diganti dengan tanaman sawit dengan tujuan menciptakan bio energi seperti bio etanol. Jumhur menjelaskan, bukan hanya tanaman sawit yang bisa dijadikan bio energi seperti bio etanol, tapi juga bisa dari tanaman jagung dan bisa juga dari tebu.

Baca juga: Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup

"Intinya nanti akan ada hitungannya, deltanya berapa. Misalnya menebang hutan, hijaunya hilang, tapi kemudian menanam hutan yang lain yang juga bisa menyerap emisi tapi juga sekaligus bisa menghasilkan bahan bakar yang rendah emisi karena sebelumnya kita memakai BBM berbahan bakar fosil,” kata Jumhur.

Jumhur menjelaskan, nantinya akan bisa dihitung perbandingan di antara penggunaan jenis-jenis sumber bahan bakar. Misalnya, sebelumnya masyarakat memakai bahan bakar batu bara, lalu memakai minyak bumi, dan sekarang pakai bio etanol, nanti akan kelihatan secara nett ditemukan berapa deltanya.

"Ingat ada kemungkinan dalam level tertentu energi fosil juga bisa habis, memangnya energi fosil tidak bisa habis? Bisa saja habiskan. Minyak bisa habis, batu bara habis, semua habis. Jadi yang tidak habis kalau kita bertanam kemudian menghasilkan sawit atau jagung atau tanaman lain yang bisa diproses untuk dijadikan energi," tuturnya.

Bersamaan itu, kata Jumhur, juga dilakukan upaya mengembangkan teknologi untuk mendapatkan energi dari sumber lain. Misal solar panel energi matahari, dari angin, dari panas bumi dan sumber lain. Semua upaya ini akan terus menjadi dinamika dari upaya manusia bisa survive atau bertahan hidup.

Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Sudirman Said mengatakan bahwa hari-hari ini dunia sedang menghadapi persoalan lingkungan yang datang secara bersamaan. Yakni climate change (perubahan iklim), meningkatnya jumlah penduduk yang luar biasa, dan juga kerusakan ekologi di mana-mana.

"Kami meyakini tantangan yang dihadapi Pak Jumhur tidak mudah karena itu sebagai bagian dari komunitas akademisi, kami ingin membantu memberikan support apa pun yang bisa kita lakukan," kata Sudirman Said.

Menurut Sudirman Said, negara yang maju, bangsa yang maju harus mampu menjaga keseimbangan antara 3 hal. Pertama epistemologi, kedua ekonomi-prosperity (kesejahteraan), dan ketiga ekologi. Kalau salah satunya timpang, kata dia, salah satunya lemah maka dipastikan ada masalah.

"Sekarang Pak Jumhur Hidayat dan tim sedang berjuang membuat ekologi jadi recovery, bangkit kembali, pulih kembali. Kita bisa dengarkan pandangan beliau bagaimana menjaga dan merawat bumi sebagai tempat hidup kita bersama," kata Sudirman Said.

Sekda Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono mengatakan, produksi sampah Kota Tegal memproduksi sampah 177 ton per hari, yang ketika bergabung dengan aglomerasi, wilayah tetangga Kabupaten Tegal yang memproduksi sampah 670 ton, ditambah lagi dengan Kabupaten Brebes yang memiliki timbulan sampah 1.300 ton perhari.

"Kami ingin menjadi aglomerasi yang bersama-sama ingin mengolah sampah menjadi produk energi terbarukan. Yakni berupa PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) yang masih dalam progres, semoga bisa terealisasi dalam waktu tidak terlalu lama," kata Agus.

Dalam menghadapi perubahan iklim, kata Agus, beberapa kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah melakukan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui kegiatan mageri segoro. Yakni kegiatan menanam ribuan mangrove di kawasan pantai untuk menjaga ekosistem pesisir dan mengurangi abrasi.

Kemudian melakukan gerakan Caping Cinta yakni gerakan yang berfokus pada penanaman pohon secara serentak di seluruh sekolah, seluruh perkantoran dan juga tempat usaha. Jadi setiap usaha didorong untuk menanam sedikitnya 5 pohon.

Dalam waktu singkat telah mampu menanam sebanyak 4.201 pohon dalam waku 1 minggu. "Juga melakukan penambahan ruang terbuka hijau, dengan komitmen Wali Kota Tegal menegaskan bahwa setiap industri, 40% lahan di antaranya harus menjadi lahan terbuka hijau," kata Sekda Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Menteri LH Bocorkan...
Menteri LH Bocorkan Potensi 'Harta Karun' Perdagangan Karbon, Bantar Gebang Jadi Contoh
Penanaman 1.000 Pohon...
Penanaman 1.000 Pohon di Cipanas, Jumhur: Kesejahteraan dan Perlindungan Lingkungan Harus Seimbang
TPST Bantargebang Hanya...
TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu Mulai 1 Agustus, Pramono Bakal Ajak Jumhur Duduk Bareng
Rekomendasi
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Berita Terkini
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved