Menteri LH Jumhur Hidayat Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan

Sabtu, 04 Juli 2026 - 16:13 WIB
Jumhur menjelaskan, nantinya akan bisa dihitung perbandingan di antara penggunaan jenis-jenis sumber bahan bakar. Misalnya, sebelumnya masyarakat memakai bahan bakar batu bara, lalu memakai minyak bumi, dan sekarang pakai bio etanol, nanti akan kelihatan secara nett ditemukan berapa deltanya.

"Ingat ada kemungkinan dalam level tertentu energi fosil juga bisa habis, memangnya energi fosil tidak bisa habis? Bisa saja habiskan. Minyak bisa habis, batu bara habis, semua habis. Jadi yang tidak habis kalau kita bertanam kemudian menghasilkan sawit atau jagung atau tanaman lain yang bisa diproses untuk dijadikan energi," tuturnya.

Bersamaan itu, kata Jumhur, juga dilakukan upaya mengembangkan teknologi untuk mendapatkan energi dari sumber lain. Misal solar panel energi matahari, dari angin, dari panas bumi dan sumber lain. Semua upaya ini akan terus menjadi dinamika dari upaya manusia bisa survive atau bertahan hidup.

Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Sudirman Said mengatakan bahwa hari-hari ini dunia sedang menghadapi persoalan lingkungan yang datang secara bersamaan. Yakni climate change (perubahan iklim), meningkatnya jumlah penduduk yang luar biasa, dan juga kerusakan ekologi di mana-mana.

"Kami meyakini tantangan yang dihadapi Pak Jumhur tidak mudah karena itu sebagai bagian dari komunitas akademisi, kami ingin membantu memberikan support apa pun yang bisa kita lakukan," kata Sudirman Said.

Menurut Sudirman Said, negara yang maju, bangsa yang maju harus mampu menjaga keseimbangan antara 3 hal. Pertama epistemologi, kedua ekonomi-prosperity (kesejahteraan), dan ketiga ekologi. Kalau salah satunya timpang, kata dia, salah satunya lemah maka dipastikan ada masalah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!