Muhaimin Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersinergi Bendung Gelombang PHK

Selasa, 22 September 2020 - 11:19 WIB
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar mengajak seluruh elemen bangsa bersinergi untuk membendung gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat Covid-19. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar menilai, pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dipastikan berdampak pada ketidakmampuan masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi. Hal ini akan berpengaruh terhadap berbagai aspek sosial lainnya.

Muhaimin menilai, hal yang paling terdampak adalah kelompok ekonomi bawah yang membutuhkan mobilitas dan interaksi soial dengan tatap muka. "Dunia usaha yang mulai bergeliat pun kembali terhenti," ujar Muhaimin Iskandar, Selasa (22/9/2020). (Baca juga: Yuk, Ikutan Kartu Prakerja! 5 Juta Orang Sudah Daftar Lagi Nih..)



Respons masyarakat pun beragam menyikapi soal ini. Ada yang menolak, ada juga yang bisa memahami. Muhaimin memastikan, pemerintah dalam ini sungguh ingin mengedepankan keselamatan rakyatnya. Pemerintah dan DPR pun berjibaku dalam melahirkan kebijakan-kebijakan yang dapat meminimalisir dampak pandemi, terutama terkait soal ekonomi. “Sungguh pilihan yang sulit. Satu sisi pemerintah ingin menyelamatkan jiwa rakyatnya, tapi di sisi lain pemerintah juga harus memastikan bahwa ekonomi harus tetep bergerak agar kita terhindar masuk jurang resesi," kata Wakil Ketua DPR Bidang Kesra ini. (Baca juga: Kinerja Ekspor Menurun, Ekonom Ingatkan Waspadai Gelombang PHK)

Menurut Muhaimin, pemerintah dan DPR juga paham betul bahwa akibat pandemi ini, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tak bisa dihindari. Survei SMRC terbaru bahkan menyebut ada sekitar 29 juta masyarakat yang terkena PHK akibat Covid- 19. Kadin juga mencatat bahwa di sektor formal, ada sekitar 6,4 juta orang yang terkena PHK. UMKM yang berjumlah 64 juta dan selama ini menjadi salah satu penyangga soal ketenagakerjaan juga terkena imbasnya. UMKM yang berhenti beroperasi karena Covid-19, sampai saat ini mencapai 48,4% dari total yang ada.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!