Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim

Rabu, 01 Juli 2026 - 21:59 WIB
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rencana pembangunan Semarang City Archive dan Museum Bahari Semarang yang diproyeksikan menjadi pusat dokumentasi sejarah, pendidikan, penelitian, inovasi, diplomasi budaya, sekaligus destinasi wisata sejarah. Kehadiran kedua institusi itu diharapkan memperkuat posisi Semarang sebagai kota maritim yang memiliki kekayaan sejarah sekaligus meningkatkan daya saing kota di tingkat nasional maupun global.

Dalam seminar tersebut, Agustina juga menegaskan bahwa museum dan arsip kota tidak boleh dipandang hanya sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi harus menjadi ruang hidup yang menghubungkan generasi masa kini dengan perjalanan panjang peradaban Semarang sebagai kota pelabuhan yang kosmopolitan.

Semangat tersebut mendapat penguatan dari para akademisi. Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum. menjelaskan bahwa Semarang telah berkembang sebagai kota maritim jauh sebelum masa kolonial dan menjadi ruang perjumpaan berbagai bangsa serta kebudayaan selama lebih dari seribu tahun. Identitas kosmopolitan itu menjadi modal penting bagi pembangunan kota saat ini.

Sementara itu, Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih, M.Si. mengingatkan pentingnya menjaga sejarah di era digital. Menurutnya, ancaman terhadap warisan sejarah kini tidak hanya berupa kerusakan fisik bangunan, tetapi juga muncul melalui disinformasi, hoaks sejarah, dan bias teknologi. Karena itu, digitalisasi arsip dan penguatan literasi sejarah menjadi langkah strategis yang perlu terus dikembangkan.

Perspektif yang lebih luas disampaikan Prof. Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S. yang menekankan bahwa penyelamatan situs-situs maritim Nusantara merupakan agenda nasional untuk menjaga bukti kejayaan peradaban bahari Indonesia.

Adapun Prof. Dr. Suryadi, M.A. dari Leiden University, Belanda, menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam digitalisasi serta repatriasi arsip kolonial yang hingga kini masih tersimpan di berbagai lembaga di Belanda. Arsip tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam merekonstruksi sejarah kota-kota maritim Indonesia, termasuk Semarang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!