Percepat Serapan Anggaran Covid-19
Senin, 21 September 2020 - 07:17 WIB
Terkait penanangan sektor kesehatan ini, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto menyebutkan, pemerintah sedang menyiapkan aturan protokol mengenai pelaksanaan vaksinasi.
Namun persoalannya, vaksin yang diharapkan belum bisa dipastikan kapan akan segera teraliasi. Pasalnya, saat ini tahapan pengadaan vaksin baru sebatas uji coba. Hasilnya pun diperkirakan baru akan diketahui pada pertengahan bulan depan.
Hanya saja, Airlangga menegaskan bahwa tiga bulan ke depan hingga Desember 2020 menjadi fase kritis di mana semua pihak harus dapat menjaga jangan sampai terjadi lonjakan ekstrim sebelum vaksinasi tersebut dilakukan.
Seiring dengan itu, Tim Pelaksana dan Satgas PEN juga diminta mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi yang hingga pekan lalu dinilai masih realtif rendah. Airlangga secara khusus menyoroti realisasi bantuan pembiyaan untuk korporasi yang masih 0% dari total pagu anggaran Rp53,57 triliun. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan mengingat di sektor ini banyak individu yang menggantungkan nasibnya. Perlu koordinasi lebih baik antara pelaku usaha dengan tim pemulihan ekonomi, agar bisa menyerap aspirasi dari bawah.
Secara rinci realisasi anggaran PEN per 17 September lalu mencapai Rp254,4 triliun atau 36,6% dari total pagu anggaran yang sebesar Rp695,2 triliun. Realisasi sektor kesehatan mencapai Rp18,45 triliun dari pagu Rp87,55 triliun. Kemudian program perlindungan sosial mencapai Rp134,4 triliun atau 57,49% dari pagui anggaran Rp203,9 triliun, sektor Kementerian/Lembaga dan Pemda terealsiasi Rp20,53 triliun atau 49,26% dari pagu sebesar Rp106,11 triliun. Lalu insentif usaha realisasinya baru Rp22,23 triliun atau 18,43% dari pagu anggaran 120,6 triliun, dan dukungan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM sebesar Rp58,74 triliun atau 41,34%, dari pagu angaran Rp123,46 triliun.
Namun persoalannya, vaksin yang diharapkan belum bisa dipastikan kapan akan segera teraliasi. Pasalnya, saat ini tahapan pengadaan vaksin baru sebatas uji coba. Hasilnya pun diperkirakan baru akan diketahui pada pertengahan bulan depan.
Hanya saja, Airlangga menegaskan bahwa tiga bulan ke depan hingga Desember 2020 menjadi fase kritis di mana semua pihak harus dapat menjaga jangan sampai terjadi lonjakan ekstrim sebelum vaksinasi tersebut dilakukan.
Seiring dengan itu, Tim Pelaksana dan Satgas PEN juga diminta mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi yang hingga pekan lalu dinilai masih realtif rendah. Airlangga secara khusus menyoroti realisasi bantuan pembiyaan untuk korporasi yang masih 0% dari total pagu anggaran Rp53,57 triliun. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan mengingat di sektor ini banyak individu yang menggantungkan nasibnya. Perlu koordinasi lebih baik antara pelaku usaha dengan tim pemulihan ekonomi, agar bisa menyerap aspirasi dari bawah.
Secara rinci realisasi anggaran PEN per 17 September lalu mencapai Rp254,4 triliun atau 36,6% dari total pagu anggaran yang sebesar Rp695,2 triliun. Realisasi sektor kesehatan mencapai Rp18,45 triliun dari pagu Rp87,55 triliun. Kemudian program perlindungan sosial mencapai Rp134,4 triliun atau 57,49% dari pagui anggaran Rp203,9 triliun, sektor Kementerian/Lembaga dan Pemda terealsiasi Rp20,53 triliun atau 49,26% dari pagu sebesar Rp106,11 triliun. Lalu insentif usaha realisasinya baru Rp22,23 triliun atau 18,43% dari pagu anggaran 120,6 triliun, dan dukungan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM sebesar Rp58,74 triliun atau 41,34%, dari pagu angaran Rp123,46 triliun.
Lihat Juga :