GAMKI dan Lembaga Kristen Laporkan JK ke Polisi
Senin, 13 April 2026 - 07:09 WIB
“Karena itu, untuk mendamaikan kedua pihak baik Islam maupun Kristen yang bertikai, perlu diluruskan pandangannya yang menganggap mereka sedang terlibat perang suci dan masuk surga jika membunuh dan dibunuh,” kata pria yang akrab disapa Uceng ini.
Dia menambahkan, pada suatu kesempatan tatap muka dengan pelaku konflik dan tokoh masyarakat di Poso dan Ambon, JK menegaskan, "kalian semua akan masuk neraka jika saling membunuh, bukan masuk surga. Tidak ada agama yang mengajarkan bahwa saling membunuh seperti yang sedang berlangsung saat itu, pelakunya masuk masuk surga."
“Dengan penegasan ini, mendorong kedua pihak bersedia untuk berunding dan menyelesaikan konflik, yang dimediasi langsung oleh M. Jusuf Kalla,” katanya.
Uceng juga merespons GAMKI bersama Lembaga Kristen melaporkan JK ke polisi. “Sebaiknya saudara-saudara kita dari GAMKI, Lembaga Kristen dan ormas tersebut, mendalami baik-baik konteks pidato lengkap Pak JK di UGM 5/3 lalu,” kata Uceng.
“Sekaligus menanyakan kepada tokoh-tokoh perdamaian Ambon dan Poso yang masih hidup. Bagaimana fakta sosiologis kedua pihak yang bertikai saat itu, baik di Poso maupun di Ambon yang menggunakan jargon atau simbol simbol agama,” sambungnya.
Karena itu, kata dia, konflik Poso maupun Ambon keduanya disebut konflik bernuansa SARA. “JK hadir mendamaikan justru dengan terlebih dahulu meluruskan pandangan yang mereka jadikan dasar untuk saling membunuh. Bahwa tidak ada satupun agama yang membolehkan umatnya saling membunuh. Bukannya akan mendapatkan surga tapi justru masuk neraka,” pungkasnya.
Dia menambahkan, pada suatu kesempatan tatap muka dengan pelaku konflik dan tokoh masyarakat di Poso dan Ambon, JK menegaskan, "kalian semua akan masuk neraka jika saling membunuh, bukan masuk surga. Tidak ada agama yang mengajarkan bahwa saling membunuh seperti yang sedang berlangsung saat itu, pelakunya masuk masuk surga."
“Dengan penegasan ini, mendorong kedua pihak bersedia untuk berunding dan menyelesaikan konflik, yang dimediasi langsung oleh M. Jusuf Kalla,” katanya.
Uceng juga merespons GAMKI bersama Lembaga Kristen melaporkan JK ke polisi. “Sebaiknya saudara-saudara kita dari GAMKI, Lembaga Kristen dan ormas tersebut, mendalami baik-baik konteks pidato lengkap Pak JK di UGM 5/3 lalu,” kata Uceng.
“Sekaligus menanyakan kepada tokoh-tokoh perdamaian Ambon dan Poso yang masih hidup. Bagaimana fakta sosiologis kedua pihak yang bertikai saat itu, baik di Poso maupun di Ambon yang menggunakan jargon atau simbol simbol agama,” sambungnya.
Karena itu, kata dia, konflik Poso maupun Ambon keduanya disebut konflik bernuansa SARA. “JK hadir mendamaikan justru dengan terlebih dahulu meluruskan pandangan yang mereka jadikan dasar untuk saling membunuh. Bahwa tidak ada satupun agama yang membolehkan umatnya saling membunuh. Bukannya akan mendapatkan surga tapi justru masuk neraka,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :