DPR: Kemenkes Jadi Klaster Baru karena Sering Testing dan Tracing
Sabtu, 19 September 2020 - 03:25 WIB
Namun, dia meyakini persebaran Covid-19 bukan di dalam gedung Kemenkes melainkan saat terjun langsung ke lapangan karena pejabat dan pegawai Kemenkes juga sering melakukan kerja di lapangan, mengecek langsung ke rumah sakit (RS) dan hal lain yang bersinggungan langsung dengan Covid-19. (Baca juga: Kemendagri Minta Pemda Bentuk Satgas Hingga Tataran Desa dan Kelurahan)
Karena itu, politikus Partai Golkar ini meminta seluruh instansi pemerintah atau swasta untuk menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat. Para pekerja juga harus dibuatkan sistem shifting atau bergiliran agar memastikan hanya 20-25% orang saja yang berada di kantor.
Jadi, minggu pertama 20-25% pegawai selama seminggu masuk dan sisanya di rumah, minggu selanjutnya 20-25% kelompok pekerja lainnya dan sisanya kerja dari rumah.
"Jadi, protokol yang ketat dijalankan, bekerja dengan sistem shifting dan dilakukan pengetesan secara rutin. Bagi yang masuk kantor ditesting atau yang selesai masuk kantor mereka ditesting, di rumah bisa ketahuan statusnya seperti apa," ujar Melki.
Karena itu, politikus Partai Golkar ini meminta seluruh instansi pemerintah atau swasta untuk menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat. Para pekerja juga harus dibuatkan sistem shifting atau bergiliran agar memastikan hanya 20-25% orang saja yang berada di kantor.
Jadi, minggu pertama 20-25% pegawai selama seminggu masuk dan sisanya di rumah, minggu selanjutnya 20-25% kelompok pekerja lainnya dan sisanya kerja dari rumah.
"Jadi, protokol yang ketat dijalankan, bekerja dengan sistem shifting dan dilakukan pengetesan secara rutin. Bagi yang masuk kantor ditesting atau yang selesai masuk kantor mereka ditesting, di rumah bisa ketahuan statusnya seperti apa," ujar Melki.
(jon)
Lihat Juga :