Kemenag Sebut Masyarakat Penerima Manfaat Masjid Ramah Pemudik Naik Signifikan
Selasa, 07 April 2026 - 17:40 WIB
Arsad menambahkan angka 3,5 juta pemudik tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari masjid yang terdata dalam program MRP. Secara faktual di lapangan, jumlah pemanfaatannya diperkirakan lebih besar.
“Data ini masih bersifat agregat dari masjid yang terlaporkan dalam sistem. Di luar itu, masih ada masjid-masjid di rest area jalan tol yang juga melayani pemudik dalam jumlah besar dan belum seluruhnya terhimpun dalam data ini,” ujarnya.
Menurut Arsad, keberadaan masjid di rest area tol memiliki kontribusi penting dalam mendukung kenyamanan pemudik, terutama pada jalur-jalur dengan intensitas lalu lintas tinggi.
“Kami melihat layanan di rest area juga sangat tinggi pemanfaatannya. Karena itu, jika seluruhnya terdata, angkanya sangat mungkin lebih besar dari yang saat ini tercatat,” tambahnya.
Arsad mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan program ini, mulai dari pengurus masjid, penyuluh agama, KUA, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang optimal.
“Kami berharap tren positif ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Program Masjid Ramah Pemudik diharapkan tidak hanya hadir saat musim mudik, tetapi menjadi model pelayanan berkelanjutan berbasis rumah ibadah di tengah masyarakat,” tandasnya.
“Data ini masih bersifat agregat dari masjid yang terlaporkan dalam sistem. Di luar itu, masih ada masjid-masjid di rest area jalan tol yang juga melayani pemudik dalam jumlah besar dan belum seluruhnya terhimpun dalam data ini,” ujarnya.
Menurut Arsad, keberadaan masjid di rest area tol memiliki kontribusi penting dalam mendukung kenyamanan pemudik, terutama pada jalur-jalur dengan intensitas lalu lintas tinggi.
“Kami melihat layanan di rest area juga sangat tinggi pemanfaatannya. Karena itu, jika seluruhnya terdata, angkanya sangat mungkin lebih besar dari yang saat ini tercatat,” tambahnya.
Arsad mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan program ini, mulai dari pengurus masjid, penyuluh agama, KUA, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang optimal.
“Kami berharap tren positif ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Program Masjid Ramah Pemudik diharapkan tidak hanya hadir saat musim mudik, tetapi menjadi model pelayanan berkelanjutan berbasis rumah ibadah di tengah masyarakat,” tandasnya.
(cip)
Lihat Juga :