GEBRAK Perkuat Edukasi Produk Tembakau Alternatif
Senin, 16 Maret 2026 - 22:16 WIB
“Produk tembakau alternatif menyalurkan nikotin dengan profil risiko yang berbeda dibandingkan rokok. Seperti mobil, ada yang menggunakan bahan bakar bensin dan listrik. Keduanya sama-sama kendaraan, namun mobil listrik memiliki profil risiko yang lebih rendah (dalam hal polusi),” katanya.
Sejumlah penelitian mulai membandingkan profil risiko antara rokok dan produk tembakau alternatif, khususnya terkait paparan zat berbahaya yang dihasilkan dari kedua produk tersebut.
Salah satunya adalah penelitian terbaru bertajuk “Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO’s Nine Toxicants” yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Hasil penelitian BRIN menunjukkan bahwa dari sembilan senyawa toksikan utama yang dianalisis, kadar senyawa berbahaya yang terdapat pada emisi rokok elektronik tercatat secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan yang ditemukan pada asap rokok.
“Bahkan, 3 sampai 4 zat toksikan utama tidak ditemukan sama sekali di rokok elektronik. Inti perbedaannya memang terletak pada keberadaan TAR dari proses pembakaran yang dilakukan,” ujar Garindra.
Selain derasnya misinformasi, dia menyayangkan maraknya penyalahgunaan rokok elektronik. Akibatnya, reputasi produk tembakau alternatif sebagai opsi beralih dari kebiasaan merokok bagi perokok dewasa terus mendapatkan penilaian yang negatif.
Sejumlah penelitian mulai membandingkan profil risiko antara rokok dan produk tembakau alternatif, khususnya terkait paparan zat berbahaya yang dihasilkan dari kedua produk tersebut.
Salah satunya adalah penelitian terbaru bertajuk “Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO’s Nine Toxicants” yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Hasil penelitian BRIN menunjukkan bahwa dari sembilan senyawa toksikan utama yang dianalisis, kadar senyawa berbahaya yang terdapat pada emisi rokok elektronik tercatat secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan yang ditemukan pada asap rokok.
“Bahkan, 3 sampai 4 zat toksikan utama tidak ditemukan sama sekali di rokok elektronik. Inti perbedaannya memang terletak pada keberadaan TAR dari proses pembakaran yang dilakukan,” ujar Garindra.
Selain derasnya misinformasi, dia menyayangkan maraknya penyalahgunaan rokok elektronik. Akibatnya, reputasi produk tembakau alternatif sebagai opsi beralih dari kebiasaan merokok bagi perokok dewasa terus mendapatkan penilaian yang negatif.
Lihat Juga :