BSKDN Tekankan Pengendalian Pencemaran Udara Berbasis Data dan Kolaborasi Daerah

Jum'at, 13 Maret 2026 - 22:54 WIB
Melalui forum ini, Yusharto berharap para pemangku kepentingan dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kualitas udara di berbagai wilayah, termasuk identifikasi sumber-sumber emisi yang berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara. Selain itu, forum ini juga diharapkan dapat mengidentifikasi peluang penguatan koordinasi kebijakan dan kerja sama antar daerah dalam pengendalian emisi yang bersifat lintas batas.

“Kami berharap diskusi ini dapat menghasilkan informasi yang komprehensif sekaligus rumusan rekomendasi kebijakan yang konkret dan responsif terhadap kondisi yang kita hadapi saat ini, khususnya dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya,” tambahnya.

Yusharto juga menyampaikan optimisme bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang kuat dari seluruh pihak, upaya pengendalian pencemaran udara di kawasan aglomerasi terbesar di Indonesia, yaitu Jabodetabek, dapat dilakukan secara lebih efektif. Dengan demikian, kualitas udara yang lebih sehat serta lingkungan yang berkelanjutan dapat diwujudkan bagi masyarakat.

“Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pihak, kita optimistis pengendalian pencemaran udara di kawasan aglomerasi Jabodetabek dapat dilakukan secara efektif sehingga kualitas udara yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih berkelanjutan dapat kita wujudkan bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menekankan, salah satu langkah strategis untuk mengurangi pencemaran udara di kawasan aglomerasi Jabodetabek adalah memperkuat sistem transportasi publik. Menurutnya, percepatan pengembangan dan optimalisasi LRT Jabodebek menjadi penting untuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

"Nah jadi usulannya apa? usulannya sudah banyak salah satunya kalau untuk aglomerasi Jabodetabek, selesaikan yang namanya LRT Jabodebek. Jadi ketergantungan kita terkait pemakaian kendaraan roda dua, roda empat akan berkurang," pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!