Gerakan Srikandi Indonesia Dideklarasikan, Cita-citakan Perempuan Berdaya Guna
Minggu, 08 Februari 2026 - 11:04 WIB
“Jalurnya sudah ada. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri. Di GSI, yang ingin terjun ke politik akan kita bekali pendidikan politik. Yang ingin menjadi pengusaha, kita carikan jalannya. Kita belajar bersama, tumbuh bersama,” tegasnya.
Dewie juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi perempuan. Menurutnya, perempuan Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, termasuk melalui pajak dan sektor usaha kecil dan menengah. Karena itu, GSI ingin memastikan perempuan mendapatkan akses pengetahuan, jejaring, dan peluang usaha yang setara.
“Semua harus sejahtera. Bukan untuk gaya hidup semata, tapi agar kita punya daya untuk peduli kepada mereka yang membutuhkan. Masih ada jutaan rakyat Indonesia hidup di bawah standar kesejahteraan. Di situlah GSI harus hadir,” ujarnya.
Kepedulian sosial menjadi salah satu roh utama GSI. Dewie, yang kerap dikenal aktif turun langsung ke masyarakat akar rumput, menegaskan bahwa GSI tidak ingin berjarak dengan realitas kehidupan kaum pra sejahtera.
Dalam waktu dekat, GSI menyiapkan gebrakan sosial pertama pada Ramadan dengan menggelar buka puasa bersama para pemulung. Tidak sekadar membagikan nasi kotak, GSI berencana mengajak mereka berbuka puasa di hotel berbintang sebagai simbol penghormatan terhadap martabat manusia.
Lebih lanjut, Dewie menjelaskan GSI tidak hanya berupaya menghadirkan perempuan Indonesia yang berdaya guna, mandiri, dan bermartabat, tapi sekaligus menjadi energi baru atau booster bagi gerakan perempuan di Tanah Air. GSI, kata dia, hadir dengan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dewie juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi perempuan. Menurutnya, perempuan Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, termasuk melalui pajak dan sektor usaha kecil dan menengah. Karena itu, GSI ingin memastikan perempuan mendapatkan akses pengetahuan, jejaring, dan peluang usaha yang setara.
“Semua harus sejahtera. Bukan untuk gaya hidup semata, tapi agar kita punya daya untuk peduli kepada mereka yang membutuhkan. Masih ada jutaan rakyat Indonesia hidup di bawah standar kesejahteraan. Di situlah GSI harus hadir,” ujarnya.
Kepedulian sosial menjadi salah satu roh utama GSI. Dewie, yang kerap dikenal aktif turun langsung ke masyarakat akar rumput, menegaskan bahwa GSI tidak ingin berjarak dengan realitas kehidupan kaum pra sejahtera.
Dalam waktu dekat, GSI menyiapkan gebrakan sosial pertama pada Ramadan dengan menggelar buka puasa bersama para pemulung. Tidak sekadar membagikan nasi kotak, GSI berencana mengajak mereka berbuka puasa di hotel berbintang sebagai simbol penghormatan terhadap martabat manusia.
Lebih lanjut, Dewie menjelaskan GSI tidak hanya berupaya menghadirkan perempuan Indonesia yang berdaya guna, mandiri, dan bermartabat, tapi sekaligus menjadi energi baru atau booster bagi gerakan perempuan di Tanah Air. GSI, kata dia, hadir dengan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Lihat Juga :