Gerakan Srikandi Indonesia Dideklarasikan, Cita-citakan Perempuan Berdaya Guna

Minggu, 08 Februari 2026 - 11:04 WIB
GSI juga memberi ruang besar bagi generasi muda untuk berkiprah. Sekitar 30% keanggotaan GSI direkrut dari generasi Gen Z, yang dinilai lebih adaptif terhadap era digital dan media sosial dalam mengangkat potensi serta isu-isu perempuan Indonesia.

“Peran media sosial sangat dominan hari ini. Gen Z kita libatkan agar GSI bisa menjawab tantangan zaman dan bergerak lebih cepat,” jelas Dewie.

Dalam tahap awal, GSI memfokuskan diri pada tiga program utama. Pertama, program politik untuk menyiapkan kader perempuan menghadapi kontestasi politik, khususnya menuju Pemilu 2029. Kedua, program ekonomi dan kewirausahaan melalui kemitraan dan kolaborasi antarpelaku usaha perempuan. Ketiga, program sosial yang mencakup kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Baca juga: Perludem: Banyak Parpol Belum Penuhi Kuota 30% untuk Perempuan di Pemilu 2024

Kegiatan sosial GSI tidak hanya terbatas pada bantuan kemanusiaan, tetapi juga edukasi lingkungan untuk mencegah bencana akibat kerusakan alam. Misalnya yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Ke depan, GSI ditargetkan tumbuh secara bertahap dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Dewie optimistis, dengan semangat kolaborasi dan saling mendukung, GSI dapat menjadi kekuatan baru perempuan Indonesia yang solid, inklusif, dan berdampak nyata bagi bangsa. “Jadi mari kita tumbuh bersama, saling dukung, dan berkolaborasi untuk kebaikan. Itulah semangat Srikandi Indonesia,” tandasnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!