Mengapa Anak dan Remaja Bunuh Diri?

Rabu, 04 Februari 2026 - 19:39 WIB
Muhammad Iqbal, Ph.D, Psikolog, Associate Professor, Universitas Paramadina. Foto: Sindonews
Muhammad Iqbal, Ph.D

Psikolog

Associate Professor, Universitas Paramadina

SURAT buat Mama

Mama saya pergi dulu

Mama relakan saya pergi

Jangan menangis ya Mama

Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau mencari saya

Selamat tinggal Mama

Itulah surat yang ditulis seorang anak SD di Ngada NTT yang mengakhiri hidupnya. Anak tersebut diketahui tidak mengenal ayahnya sejak kecil dan sedang tinggal bersama neneknya, karena ibunya memiliki masalah ekonomi. Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, ia sempat meminta uang kepada sang ibu, yang pada saat itu tidak dapat memenuhinya. Tidak lama kemudian, anak tersebut mengakhiri hidupnya.

Peristiwa ini sungguh memilukan dan menggugah keprihatinan mendalam. Bunuh diri selama ini lebih sering dipersepsikan sebagai fenomena pada individu dewasa, namun kasus ini kembali menegaskan bahwa perilaku bunuh diri juga dapat terjadi pada anak-anak. Fenomena ini tidak dapat dipahami sebagai peristiwa tunggal atau keputusan rasional, melainkan sebagai hasil interaksi kompleks antara faktor psikologis, sosial, dan perkembangan yang melampaui kapasitas regulasi emosi anak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!