Bukan Mau Perang, Tapi Mau Melayani: Mengapa Petugas Haji 2026 Digembleng ala Semi-Militer?

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:17 WIB
Ketiga, Muscle Memory untuk Kedisiplinan: Disiplin bukan dihafal, tapi dilatih. Langkah tegap yang berulang membentuk memori otot yang akan terbawa hingga ke Arab Saudi—membuat petugas tetap sigap meski tubuh sudah didera lelah luar biasa.

Lebih dari Sekadar Seragam

Usai "dihajar" dengan latihan fisik melalui PBB, para peserta tidak lantas tumbang. Berbaris rapi dalam antrean makan, saat itulah canda dan tawa yang lebih lepas dari setiap peserta.

Ada rasa bangga yang muncul setelah berhasil menaklukkan rasa malas dan ego pribadi di lapangan.

Apel tiap pagi dan malam yang digelar setelahnya bukan lagi sekadar formalitas. Setiap kata dari pembina apel kini terdengar seperti "doktrin cinta" untuk melayani tamu Allah.

Kedisiplinan yang dibangun dengan peluh di diklat ini adalah janji bahwa jemaah haji Indonesia tidak akan sendirian saat berjuang di bawah langit Mekkah dan Madinah.

Karena pada akhirnya, menjadi petugas haji adalah bukan tentang memiliki otot yang kuat namun hati yang tetap lembut.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!