Bukan Mau Perang, Tapi Mau Melayani: Mengapa Petugas Haji 2026 Digembleng ala Semi-Militer?

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:17 WIB
loading...
Bukan Mau Perang, Tapi...
Petugas haji 2026 mengikuti pendidikan dan pelatihan di Asrama Haji, Pondok Gede. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Di tengah gerimis pagi yang dingin, ribuan orang berdiri membentuk barisan di depan setiap asrama tempat mereka menginap.

Pemandangan ini mungkin biasa di barak militer, namun kali ini pelakunya adalah para calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026.

Mungkin muncul pertanyaan sinis di benak kita, pembinaan ala semi-militer begini untuk apa? Mau melayani jemaah atau mau maju ke medan laga?

Baca juga: Petugas Haji 2026 Masuk Barak 3 Pekan, Wamenhaj Dahnil: Ingin Bentuk Kedisiplinan

Jawabannya ternyata jauh lebih dalam dari sekadar belajar baris-berbaris. Ini adalah tentang "meretas ego" demi sebuah pengabdian paripurna.

Gerimis, Kopi, dan Ujian Mental Pertama

Pagi itu, langit Jakarta tak begitu bersahabat. Gerimis tipis memaksa agenda olahraga pagi yang sedianya di lapangan terbuka, harus bergeser ke dalam aula. Namun, di sinilah ujian fleksibilitas dimulai. Sebagai calon petugas, mereka tidak boleh "manja" oleh cuaca.

Baca juga: Petugas Haji 2026 dari TNI-Polri Melonjak, Wamenhaj: Tingkat Kedisiplinan dan Dedikasi Tinggi

Setelah pemanasan indoor, begitu mendung sedikit terangkat, para peserta langsung tumpah ke jalanan. Di depan asrama masing-masing kompi calon petugas haji.


Jalan pagi ini bukan sekadar mengejar keringat, tapi simulasi nyata. Perlu diingat, di Tanah Suci nanti, seorang petugas bisa menempuh belasan hingga puluhan kilometer setiap harinya—di bawah terik matahari yang jauh lebih garang—demi memastikan tidak ada satu pun jemaah yang tersesat.

Sains di Balik Baris-Berbaris: Mengapa Harus PBB?

Menu yang paling banyak menguras keringat dan konsentrasi tentu saja Peraturan Baris Berbaris (PBB). Mengapa seorang jurnalis, dokter, tenaga kesehatan atau pegawai kementerian harus belajar langkah tegap?

Di sinilah Psikologi Perilaku (Behaviorisme) berbicara. PBB adalah instrumen paling efektif untuk membentuk apa yang disebut sebagai Collective Ego.

Pertama, Meluluhkan 'Aku' Menjadi 'Kami': Secara psikologis, gerakan yang sinkron (synchronous movement) melepaskan hormon oksitosin dalam otak. Hormon ini membangun rasa percaya dan ikatan emosional instan. Saat kaki mereka melangkah serempak, ego individu perlahan luntur, berganti menjadi satu kekuatan tim.

Kedua, Conditioning (Habituasi): Menggunakan teori Operant Conditioning dari B.F. Skinner, PBB melatih respons instan terhadap komando. Di tengah ratusan ribu jemaah haji asal Indonesia nanti, perintah harus dijalankan dengan cepat tanpa banyak debat, karena hitungan detik bisa menentukan keselamatan jemaah.

Ketiga, Muscle Memory untuk Kedisiplinan: Disiplin bukan dihafal, tapi dilatih. Langkah tegap yang berulang membentuk memori otot yang akan terbawa hingga ke Arab Saudi—membuat petugas tetap sigap meski tubuh sudah didera lelah luar biasa.

Lebih dari Sekadar Seragam

Usai "dihajar" dengan latihan fisik melalui PBB, para peserta tidak lantas tumbang. Berbaris rapi dalam antrean makan, saat itulah canda dan tawa yang lebih lepas dari setiap peserta.

Ada rasa bangga yang muncul setelah berhasil menaklukkan rasa malas dan ego pribadi di lapangan.

Apel tiap pagi dan malam yang digelar setelahnya bukan lagi sekadar formalitas. Setiap kata dari pembina apel kini terdengar seperti "doktrin cinta" untuk melayani tamu Allah.

Kedisiplinan yang dibangun dengan peluh di diklat ini adalah janji bahwa jemaah haji Indonesia tidak akan sendirian saat berjuang di bawah langit Mekkah dan Madinah.

Karena pada akhirnya, menjadi petugas haji adalah bukan tentang memiliki otot yang kuat namun hati yang tetap lembut.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Usai Puncak Haji, Kemenhaj...
Usai Puncak Haji, Kemenhaj Siapkan Fase Kepulangan Jemaah ke Tanah Air
Perjalanan Haji di Mina,...
Perjalanan Haji di Mina, DPR: Ada Jemaah 9 Jam di Tenda Tak Dapat Makan Akhirnya Drop
Soroti Kepadatan di...
Soroti Kepadatan di Mina, Marwan DPR: Kapasitas Tenda dan Area Belum Beri Kenyamanan Jemaah
Timwas Haji DPR: Persoalan...
Timwas Haji DPR: Persoalan di Mina Jangan Dibiarkan Terus Berulang Tanpa Solusi
Indonesia-Prancis Bakal...
Indonesia-Prancis Bakal Latihan Militer Gabungan Misi Pegasus pada September 2026
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Rekomendasi
Cari Tontonan Plot Twist?...
Cari Tontonan Plot Twist? Ini 5 Microdrama V+Short yang Wajib Masuk Watchlist
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Hasil Australian Open...
Hasil Australian Open 2026: Bungkam Wakil Tuan Rumah, Leo/Daniel Lolos ke 16 Besar
Berita Terkini
KPK Panggil Kepala Satpol...
KPK Panggil Kepala Satpol PP Cilacap terkait Kasus Pemerasan Bupati Syamsul Aulia Rachman
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Prabowo Ngaku Cocok...
Prabowo Ngaku Cocok dengan HIPMI: Kelakuannya Sudah Saya Kenal Semuanya
KSAD Maruli Simanjuntak:...
KSAD Maruli Simanjuntak: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara
Oditur Militer: Jika...
Oditur Militer: Jika Kita Bisa Lihat Andrie Yunus, Tuntutan Bisa Lebih Tinggi
Prabowo Komitmen Sediakan...
Prabowo Komitmen Sediakan Obat Murah Agar Bisa Diakses Masyarakat
Infografis
Kekurangan Prajurit,...
Kekurangan Prajurit, Militer Israel Kewalahan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved