37.546 Rumah Rusak Akibat Banjir Sumatera, BNPB: Pemulihan Butuh Rp25,41 Triliun
Senin, 08 Desember 2025 - 09:31 WIB
“Kerusakan ini meliputi rumah masyarakat yang rusak sampai 37.546 unit, baik yang rusak berat termasuk yang hilang serta rusak sedang dan rusak ringan. Penentuan kategori sedang dan ringan pun memiliki kriterianya,” jelasnya.
Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik dan sektor produktif. Infrastruktur seperti jembatan, jalan, sekolah, tempat ibadah, pondok pesantren, rumah sakit, hingga puskesmas turut terdampak.
Tidak hanya itu, lahan pertanian, kebun, sawah, peternakan, tambang, dan perkantoran juga mengalami kerusakan signifikan. Suharyanto menegaskan data yang disampaikan masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui. “Data ini belum akurat, Bapak Presiden, masih terus kami lengkapi,” ujarnya.
Baca juga: Prediksi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun: Hujan Sangat Lebat di Aceh, Sumut, Jawa, hingga Papua
BNPB juga melaporkan hasil koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Berdasarkan perhitungan awal kementerian, anggaran yang dibutuhkan untuk memulihkan Aceh hingga kembali ke kondisi semula mencapai Rp25,41 triliun.
Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik dan sektor produktif. Infrastruktur seperti jembatan, jalan, sekolah, tempat ibadah, pondok pesantren, rumah sakit, hingga puskesmas turut terdampak.
Tidak hanya itu, lahan pertanian, kebun, sawah, peternakan, tambang, dan perkantoran juga mengalami kerusakan signifikan. Suharyanto menegaskan data yang disampaikan masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui. “Data ini belum akurat, Bapak Presiden, masih terus kami lengkapi,” ujarnya.
Baca juga: Prediksi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun: Hujan Sangat Lebat di Aceh, Sumut, Jawa, hingga Papua
BNPB juga melaporkan hasil koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Berdasarkan perhitungan awal kementerian, anggaran yang dibutuhkan untuk memulihkan Aceh hingga kembali ke kondisi semula mencapai Rp25,41 triliun.
Lihat Juga :