Kasus Covid-19 Terus Meningkat lantaran Tak Ada Langkah Radikal
Selasa, 15 September 2020 - 13:27 WIB
Kedua, pergerakan orang sudah longgar. Hampir semua kegiatan sudah berjalan seperti biasa, baik di perkantoran, pasar, rumah makan, dan pabrik sehingga muncul klaster-klaster baru.
Terakhir, kebijakan isolasi mandiri di rumah bagi orang dengan gejala ringan dan tanpa gejala. Syahrizal menerangkan isolasi mandiri ini berpotensi terjadi penularan ke anggota keluarga lainnya.
“Karena data di China itu berpotensi menularkan 5-15 persen ke keluarga yang ada di rumah. Dari awal saya menyarankan mereka yang suspect dan ringan ditempatkan di pusat karantina dan isolasi terpisah dari keluarga,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Selasa (15/9/2020).
(Baca: Sengkarut PSBB DKI Jakarta karena Komunikasi Pemerintah Buruk)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai minggu ini menyatakan semua orang yang positif tidak boleh isolasi mandiri. Mereka harus diisolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dan tempat karantina yang disediakan pemprov.
Terakhir, kebijakan isolasi mandiri di rumah bagi orang dengan gejala ringan dan tanpa gejala. Syahrizal menerangkan isolasi mandiri ini berpotensi terjadi penularan ke anggota keluarga lainnya.
“Karena data di China itu berpotensi menularkan 5-15 persen ke keluarga yang ada di rumah. Dari awal saya menyarankan mereka yang suspect dan ringan ditempatkan di pusat karantina dan isolasi terpisah dari keluarga,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Selasa (15/9/2020).
(Baca: Sengkarut PSBB DKI Jakarta karena Komunikasi Pemerintah Buruk)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai minggu ini menyatakan semua orang yang positif tidak boleh isolasi mandiri. Mereka harus diisolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dan tempat karantina yang disediakan pemprov.
Lihat Juga :