Sengkarut PSBB DKI Jakarta karena Komunikasi Pemerintah Buruk

Selasa, 15 September 2020 - 13:11 WIB
loading...
Sengkarut PSBB DKI Jakarta...
Sejumlah pegawai berjalan di trotoar kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (14/9/2020) meskipun Pemprov DKI Jakarta mewajibkan pimpinan kantor wajib menerapkan mekanisme work from home (WFH) bagi sebagian pegawai swasta. Foto: SINDOnews/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, kebijakan PSBB total yang diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan berfungsi sebagaimana tujuannya, jika potensi interaksi dan kerumunan orang masih terbuka.

Hal itu dikatakan Dedi merespons pro kontra PSBB total yang diterapkan Anies yang menuai kritikan dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. "Dan (penyebab-red) sengkarut kebijakan PSBB DKI Jakarta didominasi komunikasi pemerintah yang buruk," katanya saat dihubungi SINDOnews, Selasa (15/9/2020).

(Baca: PSBB Total Jakarta, Rem Darurat Pahit Anies yang Berujung Manis)

Menurut Dedi, PSBB meskipun gugus tugas pernah memberi keleluasaan daerah menentukan, tetapi regulasi tidak pernah diubah dan PSBB harus mendapat persetujuan Menteri kesehatan. Untuk itu Anies seharusnya memahami itu agar tidak mengemuka kegaduhan.

Dedi menyebutkan, koordinasi itu kunci. Sehingga, pemerintah pusat yang punya daya pengaruh terhadap PSBB Anies harus dilibatkan, agar tidak terjadi saling adu kekuasaan. Ia melihat, sekurangnya ada kementerian industri yang terbukti pernah menggagalkan PSBB karena mengizinkan korporasi beraktivitas.

"Dan ini tentu persoalan, kesehatan dan ekonomi saat kondisi pandemi tidak dapat dijalankan secara bersama. Kesehatan perlu didahulukan, dan PSBB adalah upaya untuk itu," pungkas dia.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Komentari Situasi Terkini,...
Komentari Situasi Terkini, Anies Baswedan: Berikan Kepastian, Jangan Ketenangan Semu
MK Tegaskan Jakarta...
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Anies Baswedan Buka Suara
Ambon, Poso, dan Aceh...
Ambon, Poso, dan Aceh Tenang, Anies: Di Situ Ada Sidik Jarinya Pak JK
Anies Bicara soal Pemimpin:...
Anies Bicara soal Pemimpin: Begitu Kepentingan Pribadi Masuk, Kepercayaan Turun
Ditanya Maju Pilpres...
Ditanya Maju Pilpres 2029, Anies: Kita Lihat Nanti
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Anies Dorong Mahasiswa...
Anies Dorong Mahasiswa Kuasai AI: Itu Asisten, Jangan Jadi Substitute
Musrenbang RKPD DIY...
Musrenbang RKPD DIY 2027, Kemendagri Tekankan Integrasi Kebijakan Pusat-Daerah
Rekomendasi
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Berita Terkini
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved