BWI Dorong Kesadaran Kolektif Masyarakat untuk Berwakaf

Senin, 14 September 2020 - 18:04 WIB
Ketua Badan Pelaksana BWI Mohammad Nuh dalam sambutannya menjelaskan alasan pemilihan tema Rakornas. Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, tema tersebut dipilih karena BWI ingin berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Pada saat 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045, Nuh berharap Indonesia bisa melunasi janji kemerdekaan Indonesia, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. BWI ingin wakaf memiliki andil dalam pelunasan janji kemerdekaan tersebut. (Baca juga: Kemenag: BWI Harus Didorong untuk Tingkatkan Wakaf di Indonesia )

Ketua BWI juga menyoroti pentingnya meningkatkan literasi dan inklusi wakaf masyarakat. Menurut Nuh, literasi wakaf diharapkan bisa mendorong kesadaran kolektif masyarakat terhadap wakaf.

"Kesadaran kolektif tersebut akan mendorong inklusi, keterlibatan, dan mobilitas masyarakat untuk berwakaf guna menuntaskan agenda utama pembangunan bangsa, yaitu pembangunan pendidikan, meningkatkan kesehatan, dan memajukan ekonomi," tuturnya.

Saat pembukaan Rakornas, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pentingnya sinergi lembaga wakaf dan zakat untuk mengatasi persoalan sosial, mendukung sektor keagamaan, dan meningkatkan perekonomian.

Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin hadir pada Rakornas BWI pada pukul 14.00 WIB. Selain memberikan arahan kepada segenap peserta Rakornas, Wapres meluncurkan secara resmi Gerakan Wakaf Indonesia yang dicanangkan oleh BWI.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!