Sikapi Mahasiswa Diundang ke Istana, Ketua BEM UGM: Hanya Paracetamol yang Tak Sembuhkan Luka Bangsa

Senin, 27 Oktober 2025 - 10:25 WIB
Menurut dia, bukan rahasia lagi ketua BEM kerap dihubungi pihak atau orang untuk kepentingan tertentu. “Dan saya menutup pintu untuk itu, jadi susah ketemu. Paling saya hanya membalas melalui WhatsApp (WA),” katanya.

Tiyo menuturkan bukan tanpa sebab dirinya melakukan itu. Ini semata-mata menegakkan prinisip mahasiswa atau perguruan tinggi sebagai garda terakhir bangsa.

“Kalau kampus tegak berdiri, maka kita masih dapat berharap. Jika kampus justru menjadi alat kekuasaan, maka kita susah berharap,” ujar Tiyo.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!