Setahun Pemerintahan Prabowo, Indonesia Dipandang sebagai Kekuatan Global
Senin, 20 Oktober 2025 - 16:38 WIB
Kunjungan ini dinilai sangat strategis meskipun situasi domestik sedang genting. "Dengan diterimanya permintaan khusus dari Presiden Xi Jinping, Presiden Prabowo menyengaja hadir, dan kembali di tanah air keesokan harinya," ungkapnya.
Kehadiran ini memungkinkan Indonesia melanjutkan dialog krusial dengan kepala negara Rusia dan China, sebagai sesama anggota BRICS, serta dengan Perdana Menteri Malaysia, sebagai sesama anggota ASEAN.
Kedua, pidato ambisius di Majelis Umum PBB . Momen krusial kedua adalah Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September 2025. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyatakan keprihatinan mendalam atas krisis di Palestina dan mengajukan sebuah terobosan berani: kesiapan Indonesia untuk menyiapkan 20.000 pasukan perdamaian, sekiranya diamanahkan oleh PBB.
"Indonesia adalah sedikit negara di dunia yang berani mengajukan terobosan, karena personel perdamaian Indonesia sudah dikenal sebagai profesional dan berdisiplin tinggi," terangnya.
Selain itu, Presiden juga memanfaatkan forum global ini untuk memaparkan kebijakan domestik. Seperti program MBG yang melibatkan personel dalam jumlah besar, serta keberhasilan Indonesia mencapai Swasembada Pangan.
Kehadiran ini memungkinkan Indonesia melanjutkan dialog krusial dengan kepala negara Rusia dan China, sebagai sesama anggota BRICS, serta dengan Perdana Menteri Malaysia, sebagai sesama anggota ASEAN.
Kedua, pidato ambisius di Majelis Umum PBB . Momen krusial kedua adalah Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September 2025. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyatakan keprihatinan mendalam atas krisis di Palestina dan mengajukan sebuah terobosan berani: kesiapan Indonesia untuk menyiapkan 20.000 pasukan perdamaian, sekiranya diamanahkan oleh PBB.
"Indonesia adalah sedikit negara di dunia yang berani mengajukan terobosan, karena personel perdamaian Indonesia sudah dikenal sebagai profesional dan berdisiplin tinggi," terangnya.
Selain itu, Presiden juga memanfaatkan forum global ini untuk memaparkan kebijakan domestik. Seperti program MBG yang melibatkan personel dalam jumlah besar, serta keberhasilan Indonesia mencapai Swasembada Pangan.
Lihat Juga :