Deretan Tokoh Bangsa Lulusan Pesantren, Ada Gus Dur, Ma'ruf Amin, Nurcholish Madjid hingga Haedar Nashir
Kamis, 16 Oktober 2025 - 09:19 WIB
Cendekiawan dan mantan Rektor Universitas Paramadina, Nurcholish Madjid saat muda juga digembleng di pesantren. Nurcholish Madjid lahir di Jombang pada 17 Maret 1939. Dia merupakan putra pasangan KH Abdul Madjid dan Fatonah.
Nurcholish Madjid menempuh pendidikan agama di Madrasah Ibtidaiyah al-Wathaniyah Mojoanyar Jombang serta mengenyam umum di sekolah rakyat.
Selepas itu, Nurcholish Madjid melanjutkan pendidikan tingkat menengah SMP di Pondok Pesantren Darul 'Ulum, Rejoso Jombang hingga tahun 1954.
Selanjutnya masuk ke Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) di Pondok Pesantren Darus Salam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Sempat mengajar selama setahun di Gontor, Nurcholis Madjid melanjutkan kulian ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir diketahui mendapatkan pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Cintawana, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Haedar lahir pada 25 Februari 1958 di Desa Ciheulang, Ciparay, Bandung Selatan. Putra pasangan Haji Bahrudin dan Hajah Endah binti Tahim ini lahir dari keluarga ajengan.
Diketahui Haedar lahir dari keluarga santri. Ayahnya merupakan seorang kiai (ajengan). Sehingga sejak kecil dia mengenyam pendidikan agama yang diteruskan ke pesantren.
Nurcholish Madjid menempuh pendidikan agama di Madrasah Ibtidaiyah al-Wathaniyah Mojoanyar Jombang serta mengenyam umum di sekolah rakyat.
Selepas itu, Nurcholish Madjid melanjutkan pendidikan tingkat menengah SMP di Pondok Pesantren Darul 'Ulum, Rejoso Jombang hingga tahun 1954.
Selanjutnya masuk ke Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) di Pondok Pesantren Darus Salam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Sempat mengajar selama setahun di Gontor, Nurcholis Madjid melanjutkan kulian ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir diketahui mendapatkan pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Cintawana, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Haedar lahir pada 25 Februari 1958 di Desa Ciheulang, Ciparay, Bandung Selatan. Putra pasangan Haji Bahrudin dan Hajah Endah binti Tahim ini lahir dari keluarga ajengan.
Diketahui Haedar lahir dari keluarga santri. Ayahnya merupakan seorang kiai (ajengan). Sehingga sejak kecil dia mengenyam pendidikan agama yang diteruskan ke pesantren.
(shf)
Lihat Juga :