Program MBG Wujud Pemerataan Gizi dan Keadilan Sosial di Era Prabowo
Rabu, 08 Oktober 2025 - 09:13 WIB
Direktur Pemberdayaan Masyarakat untuk Demokrasi dan Keadilan (LPMDK) Jakarta Tobaristani. Foto: Ist
“Selain itu, MBG juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat. Ini investasi jangka panjang untuk kualitas SDM Indonesia,” katanya.
Toba juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan seperti kasus keracunan di beberapa lokasi, namun itu tidak boleh menutupi manfaat besar program MBG.
“Kasus seperti itu harus dijadikan evaluasi, bukan alasan untuk melemahkan semangat. Ini program besar dengan niat mulia. Pengawasan dan koordinasi perlu diperkuat agar pelaksanaannya makin aman dan profesional,” ungkapnya.
Program MBG resmi berjalan sejak 6 Januari 2025 melibatkan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. Secara nasional, program ini menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, dan balita, dengan alokasi anggaran sebesar Rp171 triliun.
“Selain itu, MBG juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat. Ini investasi jangka panjang untuk kualitas SDM Indonesia,” katanya.
Toba juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan seperti kasus keracunan di beberapa lokasi, namun itu tidak boleh menutupi manfaat besar program MBG.
“Kasus seperti itu harus dijadikan evaluasi, bukan alasan untuk melemahkan semangat. Ini program besar dengan niat mulia. Pengawasan dan koordinasi perlu diperkuat agar pelaksanaannya makin aman dan profesional,” ungkapnya.
Program MBG resmi berjalan sejak 6 Januari 2025 melibatkan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. Secara nasional, program ini menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, dan balita, dengan alokasi anggaran sebesar Rp171 triliun.
(jon)
Lihat Juga :