Program MBG Wujud Pemerataan Gizi dan Keadilan Sosial di Era Prabowo
Rabu, 08 Oktober 2025 - 09:13 WIB
loading...
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan pemerataan gizi dan keadilan sosial bagi seluruh anak Indonesia. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Pemberdayaan Masyarakat untuk Demokrasi dan Keadilan (LPMDK) Jakarta Tobaristani menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan pemerataan gizi dan keadilan sosial bagi seluruh anak Indonesia.
Sebagai warga Kepulauan Seribu dan mantan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta, Toba mengatakan, MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis, tetapi strategi pembangunan manusia yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Baca juga: Program MBG Aman dan Terus Dibenahi, Orang Tua Diminta Tak Perlu Khawatir
“Program MBG ini wujud nyata pemerataan gizi dan keadilan sosial. Anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi bisa mendapatkan asupan bergizi yang sama agar mereka tumbuh sehat dan mampu berprestasi di sekolah,” ujar Toba di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Menurut dia, ada sejumlah manfaat strategis dari program ini. Pertama, meningkatkan kesehatan anak-anak sekolah, yang sebelumnya banyak mengonsumsi makanan kurang bergizi. Kedua, mendorong prestasi akademik, karena gizi seimbang membantu anak lebih fokus belajar. Ketiga, mengurangi kemiskinan, karena membantu keluarga tidak mampu dalam menyediakan makanan sehat setiap pagi.
![Program MBG Wujud Pemerataan Gizi dan Keadilan Sosial di Era Prabowo]()
Direktur Pemberdayaan Masyarakat untuk Demokrasi dan Keadilan (LPMDK) Jakarta Tobaristani. Foto: Ist
“Selain itu, MBG juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat. Ini investasi jangka panjang untuk kualitas SDM Indonesia,” katanya.
Toba juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan seperti kasus keracunan di beberapa lokasi, namun itu tidak boleh menutupi manfaat besar program MBG.
“Kasus seperti itu harus dijadikan evaluasi, bukan alasan untuk melemahkan semangat. Ini program besar dengan niat mulia. Pengawasan dan koordinasi perlu diperkuat agar pelaksanaannya makin aman dan profesional,” ungkapnya.
Program MBG resmi berjalan sejak 6 Januari 2025 melibatkan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. Secara nasional, program ini menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, dan balita, dengan alokasi anggaran sebesar Rp171 triliun.
Sebagai warga Kepulauan Seribu dan mantan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta, Toba mengatakan, MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis, tetapi strategi pembangunan manusia yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Baca juga: Program MBG Aman dan Terus Dibenahi, Orang Tua Diminta Tak Perlu Khawatir
“Program MBG ini wujud nyata pemerataan gizi dan keadilan sosial. Anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi bisa mendapatkan asupan bergizi yang sama agar mereka tumbuh sehat dan mampu berprestasi di sekolah,” ujar Toba di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Menurut dia, ada sejumlah manfaat strategis dari program ini. Pertama, meningkatkan kesehatan anak-anak sekolah, yang sebelumnya banyak mengonsumsi makanan kurang bergizi. Kedua, mendorong prestasi akademik, karena gizi seimbang membantu anak lebih fokus belajar. Ketiga, mengurangi kemiskinan, karena membantu keluarga tidak mampu dalam menyediakan makanan sehat setiap pagi.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat untuk Demokrasi dan Keadilan (LPMDK) Jakarta Tobaristani. Foto: Ist
“Selain itu, MBG juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat. Ini investasi jangka panjang untuk kualitas SDM Indonesia,” katanya.
Toba juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan seperti kasus keracunan di beberapa lokasi, namun itu tidak boleh menutupi manfaat besar program MBG.
“Kasus seperti itu harus dijadikan evaluasi, bukan alasan untuk melemahkan semangat. Ini program besar dengan niat mulia. Pengawasan dan koordinasi perlu diperkuat agar pelaksanaannya makin aman dan profesional,” ungkapnya.
Program MBG resmi berjalan sejak 6 Januari 2025 melibatkan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. Secara nasional, program ini menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, dan balita, dengan alokasi anggaran sebesar Rp171 triliun.
(jon)
Lihat Juga :