BKKBN Gandeng DPR Sosialisasikan Program Bangga Kencana, Soroti Pernikahan Dini
Selasa, 07 Oktober 2025 - 23:09 WIB
BKKBN menggandeng DPR menggelar sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Foto/istimewa
MATARAM - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) menggandeng DPR menggelar sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Kegiatan yang digelar di Aula Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kota Mataram ini untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Mengangkat tema "Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas", kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk DPR RI, BKKBN pusat dan daerah, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Mataram.
Anggota Komisi IX DPR RI, H. M. Muazzim Akbar menekankan, pentingnya perencanaan keluarga sebagai landasan membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera. Ia menyebut bahwa pemahaman soal perencanaan kini tidak lagi cukup sebatas slogan “dua anak cukup”.
Baca juga: 30 PTN Bahas Bonus Demografi di Simposium Nasional Kependudukan 2025
“Yang ditekankan sekarang bukan hanya jumlah anak, tapi perencanaannya. Apakah kita mampu memberikan pendidikan dan makanan bergizi bagi anak-anak kita? Itu yang jadi pertimbangan,” kata Muazzim dari keterangnya, Selasa (7/10/2025).
Mengangkat tema "Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas", kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk DPR RI, BKKBN pusat dan daerah, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Mataram.
Anggota Komisi IX DPR RI, H. M. Muazzim Akbar menekankan, pentingnya perencanaan keluarga sebagai landasan membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera. Ia menyebut bahwa pemahaman soal perencanaan kini tidak lagi cukup sebatas slogan “dua anak cukup”.
Baca juga: 30 PTN Bahas Bonus Demografi di Simposium Nasional Kependudukan 2025
“Yang ditekankan sekarang bukan hanya jumlah anak, tapi perencanaannya. Apakah kita mampu memberikan pendidikan dan makanan bergizi bagi anak-anak kita? Itu yang jadi pertimbangan,” kata Muazzim dari keterangnya, Selasa (7/10/2025).
Lihat Juga :