Pentingnya Rumah Susun Lebih Luas untuk Keluarga Muda

Sabtu, 04 Oktober 2025 - 06:54 WIB
Padahal, di era digital sekarang, anak-anak menghadapi tantangan yang jauh lebih besar. Mereka harus bersaing di dunia yang sudah dipenuhi kecerdasan buatan, teknologi mutakhir, dan tuntutan global. Jika sejak kecil mereka sudah kesulitan menemukan ruang untuk belajar dengan fokus, bagaimana mungkin bisa tumbuh jadi generasi yang siap menghadapi dunia?

Pemerintah dan pengembang perlu memasukkan kebutuhan ruang anak dalam standar rumah susun. Tidak cukup hanya menghitung “jumlah kepala keluarga per unit”, tetapi harus ada perhitungan tentang fungsi ruang bagi tumbuh kembang anak. Minimal tiga kamar tidur berarti memberi anak kesempatan untuk punya ruang belajar dan ruang personal. Dengan cara itu, kita sedang menyiapkan generasi yang lebih siap menghadapi persaingan global.

Dari Rumah ke Ekonomi Nasional

Isu rumah sempit ini juga punya efek domino ke ranah yang lebih luas: perekonomian bangsa.

Mari kita tarik benang merahnya. Keluarga yang tinggal di ruang terbatas cenderung lebih mudah mengalami stres. Stres berdampak pada produktivitas kerja orang tua. Anak-anak yang tumbuh tanpa ruang belajar optimal berisiko tidak bisa mengembangkan potensi maksimal. Hasilnya? Bangsa ini kehilangan sumber daya manusia yang seharusnya bisa lebih unggul.

Di tengah persaingan global yang makin ketat, dari teknologi hingga industri kreatif, kita tidak bisa lagi hanya fokus pada angka pembangunan rumah. Kualitas hunian jauh lebih penting. Tanpa itu, kita hanya akan mencetak generasi yang secara fisik berteduh, tapi secara mental dan intelektual tidak siap menghadapi dunia.

Baca Juga: Rumah Subsidi Diperkecil, Pengembang Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah

Selain itu, biaya kesehatan untuk mengatasi stres dan penyakit akibat hunian yang tidak layak juga bisa jadi beban negara. Artinya, menyediakan rumah susun yang lebih luas bukan hanya demi kenyamanan keluarga, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menekan biaya sosial dan kesehatan.

Menjadikan rumah susun tiga kamar tidur sebagai standar minimum adalah investasi negara untuk mengurangi biaya sosial di masa depan. Hunian yang sehat akan menghasilkan generasi produktif, yang pada akhirnya memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

Kenapa Minimal 3 Kamar Itu Penting?

Pertanyaan sederhana: kenapa harus minimal tiga kamar tidur? Bukankah dua kamar sudah cukup?

Jawabannya kembali ke kebutuhan dasar keluarga. Tiga kamar bukanlah simbol kemewahan, melainkan standar minimum untuk menjaga kesehatan fisik dan mental anggota keluarga.

• Orang tua butuh kamar sendiri untuk beristirahat dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

• Anak laki-laki dan perempuan, terutama ketika memasuki usia remaja, perlu ruang pribadi masing-masing. Ini bukan sekadar soal privasi, tapi juga tentang pembentukan identitas dan rasa aman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!