Reshuffle Kabinet, Langkah Strategis Prabowo Pulihkan Kepercayaan Rakyat

Selasa, 09 September 2025 - 07:22 WIB
Menurutnya, menteri yang dipilih ini bukan soal pintar atau tidak pintar, tapi jauh lebih penting adalah integritas. Menteri itu kerja tim. Yang penting menteri itu punya tim yang kuat, punya tenaga ahli yang kuat, staf ahli yang kuat, tim riset yang kuat. Mereka bekerja berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) yang terukur.

"Akan menjadi musibah dan banyak masalah kalau menterinya tidak berintegritas. Jadi menteri yang berintegritas dan pro rakyat ini adalah tulang punggung Pak Prabowo sebagai modal beliau untuk menjaga, mengambil alih kembali empati dari rakyat, mengambil hati rakyat kembali," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo mencopot lima menteri yakni Menko Polkam Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.

Baca Juga: Alih Penyelenggara Ibadah Haji, Apa Saja Tantangannya?

Dari lima menteri yang dicopot, baru tiga yang penggantinya sudah dilantik Presiden Prabowo pada Senin (8/9/2025). Mereka adalah Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dan Ferry Joko Juliantono sebagai Menteri Koperasi.

Pejabat lainnya yang dilantik adalah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan). Kepala Badan Penyelenggara Haji itu dilantik sebagai Menteri Haji dan Umrah. Kementerian Haji dan Umrah merupakan kementerian baru. Prabowo juga melantik Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!