Reshuffle Kabinet, Langkah Strategis Prabowo Pulihkan Kepercayaan Rakyat
Selasa, 09 September 2025 - 07:22 WIB
Presiden Prabowo Subianto. Foto/Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dengan mencopot lima menteri, Senin (8/9/2025). Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai reshuffle ini merupakan upaya Prabowo memulihkan kepercayaan rakyat.
"Pak Prabowo mau tidak mau harus memulihkan kepercayaan publik, dari distrust membangun trust building. Dan itu tidak mudah," ujar Pangi dalam program Sindo Prime, dikutip dari YouTube SindoNews, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, untuk memulihkan kepercayaan dan mengambil hati rakyat, Prabowo memang harus melakukan langkah strategis, antara lain dengan mencopot menteri-menteri yang selama ini menyusahkan rakyat. "Jangankan mereka (menteri) membela rakyat, kebijakannya, statement-nya saja kadang kurang sekali, kering sekali bicara tentang rakyat," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Reshuffle Kabinet, PDIP Tetap di Luar Pemerintahan
Pangi menambahkan, kita tidak mungkin memilih menteri hanya berpegangan pada prinsip the right man on the right place atau zaken cabinet. "Tapi, menteri yang betul-betul berintegritas. Kalau menteri itu misalnya tidak berintegritas, di situlah persoalannya. Saya lihat ada menteri-menteri yang dicopot itu kan kelihatan ada indikasi Pak Prabowo dia lihat KPI integritas," katanya.
"Pak Prabowo mau tidak mau harus memulihkan kepercayaan publik, dari distrust membangun trust building. Dan itu tidak mudah," ujar Pangi dalam program Sindo Prime, dikutip dari YouTube SindoNews, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, untuk memulihkan kepercayaan dan mengambil hati rakyat, Prabowo memang harus melakukan langkah strategis, antara lain dengan mencopot menteri-menteri yang selama ini menyusahkan rakyat. "Jangankan mereka (menteri) membela rakyat, kebijakannya, statement-nya saja kadang kurang sekali, kering sekali bicara tentang rakyat," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Reshuffle Kabinet, PDIP Tetap di Luar Pemerintahan
Pangi menambahkan, kita tidak mungkin memilih menteri hanya berpegangan pada prinsip the right man on the right place atau zaken cabinet. "Tapi, menteri yang betul-betul berintegritas. Kalau menteri itu misalnya tidak berintegritas, di situlah persoalannya. Saya lihat ada menteri-menteri yang dicopot itu kan kelihatan ada indikasi Pak Prabowo dia lihat KPI integritas," katanya.
Lihat Juga :