Soal Demo Ricuh, Denny JA: Dukungan Terhadap Presiden Prabowo Perlu Diperkuat

Senin, 01 September 2025 - 17:41 WIB
Roosevelt pernah membuktikan lewat New Deal pada era Great Depression tahun 1930-an: belanja besar justru menyelamatkan bangsa. Banyak masyarakat merasakan tekanan ekonomi yang akut.

“Untuk itu, program padat karya perlu diintegrasikan dengan sistem audit real-time berbasis Al guna memastikan transparansi. Pelibatan komunitas lokal sebagai pengawas distribusi dana akan meminimalkan kebocoran anggaran sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi,” katanya

Selain itu, Presiden perlu kanal independen lintas disiplin, akademisi, sosiolog, lembaga survei, hingga tokoh budaya untuk memberi masukan apa adanya, bukan laporan birokrasi yang dipoles. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terbukti banyak terbantu dengan laporan rutin lembaga survei.

Dengan early warning system ini, keresahan rakyat bisa terbaca sebelum berubah jadi api di jalanan. ”Presiden Prabowo perlu pula membentuk forum dialog terbuka secara regular yang melibatkan intelektual kritis, komunitas akar rumput, serta perwakilan oposisi, sehingga setiap suara didengar dan solusi benar-benar dirasakan adil oleh semua lapisan masyarakat,” katanya.

Kemudian, program populis seperti Makan Siang Gratis, Koperasi Merah Putih, dan lainnya hanya bermakna jika dieksekusi tim tangguh dengan pilot project yang disiplin target dan transparan.

“Gagasan besar akan hambar jika tidak dieksekusi kuat. Prabowo perlu memastikan dan mengevaluasi berkala, ada eksekutor tangguh yang benar-benar bekerja efektif,” kata Denny JA.

“Dengan big spending, telinga kedua, dan eksekutor tangguh, Prabowo tak hanya akan memimpin dengan ketegasan, tetapi juga dengan kearifan. Ia menjadi satria pinandhita sinisihan wahyu berani sekaligus berhikmat,” tambahnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!