Soal Demo Ricuh, Denny JA: Dukungan Terhadap Presiden Prabowo Perlu Diperkuat

Senin, 01 September 2025 - 17:41 WIB
loading...
Soal Demo Ricuh, Denny...
Penulis dan pengamat politik senior Denny JA mengatakan, dukungan terhadap Presiden Prabowo perlu diperkuat dalam menghadapi situasi saat ini. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Kerusuhan yang melanda Jakarta hingga Makassar akhir Agustus menjadi pengingat keras bahwa bangsa tengah menghadapi ujian besar. Gedung DPRD Makassar bahkan luluh lantak, rumah pejabat dijarah, dan korban jiwa berjatuhan.

Dalam kondisi genting ini, dukungan untuk Presiden Prabowo justru perlu dipertegas, Tentu dengan catatan penguatan. “Ketika simbol demokrasi dibakar, yang rusak bukan hanya gedung fisik, tetapi juga kepercayaan rakyat,” ujar penulis dan pengamat politik senior Denny JA, Senin (1/9/2025).

Menurut Denny JA, ada tiga sebab mendasar mengapa gejolak sosial meletus. Pertama, terjadi kesenjangan yang menjadi luka kolektif. "Ketimpangan ekonomi membuat hidup semakin menghimpit rakyat kecil, bukan hanya soal uang, melainkan juga martabat," jelasnya.

Baca juga: Aksi Massa Rusuh, Gedung DPRD dan Wali Kota Pekalongan Dibakar

Kedua, erosi kepercayaan pada lembaga. Menurut Denny JA, parlemen dan aparat dipandang lebih sibuk melayani penguasa ketimbang melindungi rakyat. Ketiga, ledakan emosi di era ketidakpastian.

Lonjakan harga, ketidakpastian global, dan media sosial menjadi pemicu cepat amarah massal. “Api itu bukan sekadar menjilat kayu dan besi, melainkan juga pondasi solidaritas kita,” ungkap Denny JA.

Di tengah badai sosial, bangsa ibarat kapal besar yang dihantam gelombang. Denny JA menilai, di saat seperti ini, dukungan kepada nakhoda justru memudahkan kapal berlayar.

Baca juga: Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar

"Prabowo telah berada di kursi kendali, mengenal peta bahaya, dan memahami koordinat tujuan. Dukungan padanya adalah syarat moral agar kapal Indonesia selamat,” jelasnya.

Denny JA menguraikan, ada tiga alasan pokok mengapa dukungan kepada Prabowo perlu dipertegas. Kapal besar butuh nakhoda yang tetap, ketegasan pemimpin adalah vaksin psikologis rakyat serta figur pemersatu di tengah luka kolektif.

Prabowo memiliki tiga unsur itu. Denny JA menegaskan dukungan bukan berarti tanpa kritik. “Justru dari krisis, kita belajar hal-hal yang perlu ditambahkan dalam leadership Presiden Prabowo,” katanya.

Menurutnya ada tiga hal yang juga perlu ditambahkan dalam leadership Prabowo ke depan. Pertama, Big Spending Government. Dalam masa krisis, hukum ekonomi bukan efisiensi, melainkan penggerak roda rakyat.

”Anggaran negara harus menjadi energi kehidupan, program padat karya, subsidi tepat sasaran, dan infrastruktur yang menghidupkan dapur rakyat,” katanya.



Roosevelt pernah membuktikan lewat New Deal pada era Great Depression tahun 1930-an: belanja besar justru menyelamatkan bangsa. Banyak masyarakat merasakan tekanan ekonomi yang akut.

“Untuk itu, program padat karya perlu diintegrasikan dengan sistem audit real-time berbasis Al guna memastikan transparansi. Pelibatan komunitas lokal sebagai pengawas distribusi dana akan meminimalkan kebocoran anggaran sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi,” katanya

Selain itu, Presiden perlu kanal independen lintas disiplin, akademisi, sosiolog, lembaga survei, hingga tokoh budaya untuk memberi masukan apa adanya, bukan laporan birokrasi yang dipoles. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terbukti banyak terbantu dengan laporan rutin lembaga survei.

Dengan early warning system ini, keresahan rakyat bisa terbaca sebelum berubah jadi api di jalanan. ”Presiden Prabowo perlu pula membentuk forum dialog terbuka secara regular yang melibatkan intelektual kritis, komunitas akar rumput, serta perwakilan oposisi, sehingga setiap suara didengar dan solusi benar-benar dirasakan adil oleh semua lapisan masyarakat,” katanya.

Kemudian, program populis seperti Makan Siang Gratis, Koperasi Merah Putih, dan lainnya hanya bermakna jika dieksekusi tim tangguh dengan pilot project yang disiplin target dan transparan.

“Gagasan besar akan hambar jika tidak dieksekusi kuat. Prabowo perlu memastikan dan mengevaluasi berkala, ada eksekutor tangguh yang benar-benar bekerja efektif,” kata Denny JA.

“Dengan big spending, telinga kedua, dan eksekutor tangguh, Prabowo tak hanya akan memimpin dengan ketegasan, tetapi juga dengan kearifan. Ia menjadi satria pinandhita sinisihan wahyu berani sekaligus berhikmat,” tambahnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Rekomendasi
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
Berita Terkini
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Infografis
Daftar 7 Wakapolda Baru...
Daftar 7 Wakapolda Baru Pilihan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo  
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved