Bursa Calon KSAL, Empat Bintang Tiga TNI AL Menguat Gantikan Laksamana M Ali
Minggu, 17 Agustus 2025 - 20:16 WIB
Siapa pun yang dipilih Presiden sebagai Kasal mendatang akan menghadapi tiga agenda utama, Modernisasi Alutsista, Mempercepat peremajaan kapal perang, kapal selam, dan sistem senjata untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan.
Penguatan Operasi Maritim, Menjaga perairan perbatasan dari potensi konflik dan pelanggaran hukum laut. Diplomasi Pertahanan, Memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara sahabat guna memperkuat posisi Indonesia di Indo-Pasifik.
Pengamat Politik dari Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul menilai bahwa pergantian Kasal kali ini punya arti strategis.
“Pemimpin baru TNI AL tidak hanya dituntut menjaga laut Indonesia, tetapi juga mempercepat transformasi armada. Tantangan kita bukan sekadar teknis, tetapi geopolitik. Kandidat yang punya kapasitas diplomasi dan pemahaman strategis akan punya nilai tambah,” kata Adib, Minggu (17/8).
Tidak hanya itu, Adib yang juga sebagai Direkrur KPN menyebut bahwa keempat nama yang menguat saat ini memiliki peluang relatif berimbang.
“Masing-masing punya keunggulan. Ada yang kuat di operasional, ada yang paham struktur internal, ada yang punya jejaring lintas instansi, ada pula yang menguasai kajian strategis. Presiden tentu akan menimbang kebutuhan TNI AL ke depan,” tegasnya.
Namun siapapun yang terpilih tentu ada di tangan Presiden Prabowo Subianto sebagai Panglima Tertinggi TNI.
“Dengan masa pensiun Laksamana Muhammad Ali yang semakin dekat, publik menanti siapa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan TNI Angkatan Laut di tengah dinamika keamanan maritim dan kebutuhan modernisasi armada nasional,” tandas Adib.
Penguatan Operasi Maritim, Menjaga perairan perbatasan dari potensi konflik dan pelanggaran hukum laut. Diplomasi Pertahanan, Memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara sahabat guna memperkuat posisi Indonesia di Indo-Pasifik.
Pengamat Politik dari Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul menilai bahwa pergantian Kasal kali ini punya arti strategis.
“Pemimpin baru TNI AL tidak hanya dituntut menjaga laut Indonesia, tetapi juga mempercepat transformasi armada. Tantangan kita bukan sekadar teknis, tetapi geopolitik. Kandidat yang punya kapasitas diplomasi dan pemahaman strategis akan punya nilai tambah,” kata Adib, Minggu (17/8).
Tidak hanya itu, Adib yang juga sebagai Direkrur KPN menyebut bahwa keempat nama yang menguat saat ini memiliki peluang relatif berimbang.
“Masing-masing punya keunggulan. Ada yang kuat di operasional, ada yang paham struktur internal, ada yang punya jejaring lintas instansi, ada pula yang menguasai kajian strategis. Presiden tentu akan menimbang kebutuhan TNI AL ke depan,” tegasnya.
Namun siapapun yang terpilih tentu ada di tangan Presiden Prabowo Subianto sebagai Panglima Tertinggi TNI.
“Dengan masa pensiun Laksamana Muhammad Ali yang semakin dekat, publik menanti siapa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan TNI Angkatan Laut di tengah dinamika keamanan maritim dan kebutuhan modernisasi armada nasional,” tandas Adib.
(shf)
Lihat Juga :