Menag Nasaruddin Umar Gagas Trilogi Jilid Dua, Ini Penjelasannya
Kamis, 17 Juli 2025 - 12:23 WIB
“Melakukan pembacaan ulang terhadap sumber-sumber keagamaan agar lebih kontekstual dengan kondisi bumi saat ini, serta membangun ekoteologi, yaitu teologi yang mengedepankan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup,” sebutnya.
Menag menjelaskan bahwa secara etimologis, ekoteologi mengajarkan bagaimana manusia tetap hidup sekaligus menjaga keberlangsungan alam. Bagi umat Islam, menghargai makhluk bukan hanya terbatas pada makhluk biologis seperti tumbuhan dan hewan.
Mengakhiri pesannya, Menag menyinggung pentingnya nilai cinta dalam ajaran agama. Merujuk pada hadis Nabi yang menyebut bahwa jika seluruh isi Al-Qur’an dipadatkan, maka intinya adalah surah Al-Fatihah.
Jika Al-Fatihah dipadatkan, maka intinya adalah ayat pertamanya, yakni Bismillahirrahmanirrahim. Dan jika itu dipadatkan lagi, maka intinya adalah satu kata yaitu cinta.
Turut hadir dalam silaturahmi tersebut, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Muhammad Ali Ramdhani, Bupati Garut Abdusy Syakur, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Ali Abdul Latif, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut Saepullah, serta Pembina Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah, KH Tantowi Jauhari Musaddad.
Menag menjelaskan bahwa secara etimologis, ekoteologi mengajarkan bagaimana manusia tetap hidup sekaligus menjaga keberlangsungan alam. Bagi umat Islam, menghargai makhluk bukan hanya terbatas pada makhluk biologis seperti tumbuhan dan hewan.
Mengakhiri pesannya, Menag menyinggung pentingnya nilai cinta dalam ajaran agama. Merujuk pada hadis Nabi yang menyebut bahwa jika seluruh isi Al-Qur’an dipadatkan, maka intinya adalah surah Al-Fatihah.
Jika Al-Fatihah dipadatkan, maka intinya adalah ayat pertamanya, yakni Bismillahirrahmanirrahim. Dan jika itu dipadatkan lagi, maka intinya adalah satu kata yaitu cinta.
Turut hadir dalam silaturahmi tersebut, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Muhammad Ali Ramdhani, Bupati Garut Abdusy Syakur, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Ali Abdul Latif, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut Saepullah, serta Pembina Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah, KH Tantowi Jauhari Musaddad.
(shf)
Lihat Juga :