Menag Nasaruddin Umar Gagas Trilogi Jilid Dua, Ini Penjelasannya

Kamis, 17 Juli 2025 - 12:23 WIB
loading...
Menag Nasaruddin Umar...
Menag menjelaskan gagasan Trilogi Jilid Dua saat bersilaturahmi dengan ratusan tokoh agama di Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah, Garut, Rabu (16/7/2025). Foto/Ist
A A A
GARUT - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut bahwa isu-isu kerukunan antarumat beragama yang dulu menjadi fokus utama kini telah relatif selesai. Karena itu, Kementerian Agama saat ini menggagas trilogi baru yang disebut Trilogi Jilid Dua.

“Pertama, moderasi beragama yang berfokus pada kerukunan antarumat manusia. Kedua, ekoteologi yang mendorong hubungan harmonis antara manusia dan alam. Ketiga adalah kurikulum cinta, untuk membangun pendidikan agama yang menanamkan kasih sayang, bukan kebencian,” ujar Menag saat bersilaturahmi dengan ratusan tokoh agama di Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah, Garut, Rabu (16/7/2025).

Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Ungkap Godok Kurikulum 'Cinta', Ini Maknanya

Menurut Menag, dalam Trilogi Jilid Dua ini, fokusnya bukan lagi pada isi trilogi jilid pertama karena isu-isu internal dan antarumat beragama dinilai sudah tidak menjadi persoalan utama. Kini, yang perlu diperkuat adalah hubungan antarsesama umat manusia.



“Bagi kita yang memahami bahasa Arab, Allah tidak mengatakan ‘yaa ayyuhal muslimun’, tetapi ‘yaa banii Adam’. Tidak ada agama lain yang menggunakan istilah ‘banii Adam’. Siapa pun yang merasa anak cucu Adam, wajib kita muliakan,” tegasnya.

Krisis Ekologis dan Tanggung Jawab Keagamaan


Pada kesempatan tersebut, Menag juga menyoroti kerusakan lingkungan sebagai darurat kemanusiaan. Saat ini, perubahan iklim disebut telah menyebabkan kematian jutaan orang setiap tahun, jauh melebihi korban akibat perang.

Baca juga: Mengenal Kurikulum Cinta yang Diinisiasi Kemenag, Ada Mapel Baru?

Oleh karena itu, ia mengajak pesantren dan umat beragama untuk mengintegrasikan kesadaran lingkungan ke dalam ajaran agama.

“Melakukan pembacaan ulang terhadap sumber-sumber keagamaan agar lebih kontekstual dengan kondisi bumi saat ini, serta membangun ekoteologi, yaitu teologi yang mengedepankan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup,” sebutnya.

Menag menjelaskan bahwa secara etimologis, ekoteologi mengajarkan bagaimana manusia tetap hidup sekaligus menjaga keberlangsungan alam. Bagi umat Islam, menghargai makhluk bukan hanya terbatas pada makhluk biologis seperti tumbuhan dan hewan.

Mengakhiri pesannya, Menag menyinggung pentingnya nilai cinta dalam ajaran agama. Merujuk pada hadis Nabi yang menyebut bahwa jika seluruh isi Al-Qur’an dipadatkan, maka intinya adalah surah Al-Fatihah.

Jika Al-Fatihah dipadatkan, maka intinya adalah ayat pertamanya, yakni Bismillahirrahmanirrahim. Dan jika itu dipadatkan lagi, maka intinya adalah satu kata yaitu cinta.

Turut hadir dalam silaturahmi tersebut, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Muhammad Ali Ramdhani, Bupati Garut Abdusy Syakur, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Ali Abdul Latif, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut Saepullah, serta Pembina Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah, KH Tantowi Jauhari Musaddad.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Rekomendasi
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved