LSI Denny JA: Lapangan Pekerjaan Jadi Rapor Merah Prabowo-Gibran
Rabu, 04 Juni 2025 - 17:03 WIB
Meski dua sektor strategis mendapat rapor merah, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan tetap tinggi. Sebanyak 81,2% responden menyatakan puas atau sangat puas terhadap kinerja Prabowo–Gibran.
Ada empat faktor utama penyebabnya. Pertama, citra personal yang kuat. Popularitas Prabowo yang mencapai 98% dengan tingkat kesukaan 94,4% membuatnya tetap kuat di mata publik.
Kedua, efek bulan madu politik. Fase awal pemerintahan biasanya diwarnai dengan optimisme tinggi dan kesabaran publik terhadap proses kebijakan.
Ketiga, persepsi arah yang benar. Sebanyak 81% responden percaya Indonesia sedang menuju ke arah yang tepat, meskipun hasil konkret belum sepenuhnya terlihat.
"Keempat, minimnya tantangan dari oposisi. Belum muncul gagasan alternatif kuat dari pihak oposisi, membuat narasi pemerintah tetap dominan di ruang publik," kata Ardian Sopa.
Untuk diketahui, LSI Denny JA melaksanakan survei pada 16–31 Mei 2025. Survei menggunakan metode multi-stage random sampling terhadap 1.200 responden.
Survei ini memiliki margin of error ±2,9% dan diperkuat dengan riset kualitatif, wawancara mendalam, FGD, dan analisis media.
Ada empat faktor utama penyebabnya. Pertama, citra personal yang kuat. Popularitas Prabowo yang mencapai 98% dengan tingkat kesukaan 94,4% membuatnya tetap kuat di mata publik.
Kedua, efek bulan madu politik. Fase awal pemerintahan biasanya diwarnai dengan optimisme tinggi dan kesabaran publik terhadap proses kebijakan.
Ketiga, persepsi arah yang benar. Sebanyak 81% responden percaya Indonesia sedang menuju ke arah yang tepat, meskipun hasil konkret belum sepenuhnya terlihat.
"Keempat, minimnya tantangan dari oposisi. Belum muncul gagasan alternatif kuat dari pihak oposisi, membuat narasi pemerintah tetap dominan di ruang publik," kata Ardian Sopa.
Untuk diketahui, LSI Denny JA melaksanakan survei pada 16–31 Mei 2025. Survei menggunakan metode multi-stage random sampling terhadap 1.200 responden.
Survei ini memiliki margin of error ±2,9% dan diperkuat dengan riset kualitatif, wawancara mendalam, FGD, dan analisis media.
(abd)
Lihat Juga :