Soal Proyek Penulisan Ulang Sejarah, Djarot PDIP: Tolong Benar-benar Sesuai Fakta
Minggu, 01 Juni 2025 - 14:27 WIB
"Saya selalu sampaikan bahwa Bung Karno dilahirkan di Surabaya. Karena masih banyak yang sering menyebutkan bahwa Bung Karno lahir di Blitar, bukan. Bung Karno lahir di Surabaya tanggal 6 Juni," tuturnya.
Demikian juga ihwal wafatnya Bung Karno. Djarot meminta agar peristiwa tersebut harus benar-benar dijelaskan apa adanya. Bung Karno meninggal dunia pada 21 Juni 1970 di dalam tahanan rumah pada era Orde Baru.
"Tokoh bangsa dan tokoh dunia yang sepanjang hidupnya berjuang untuk Indonesia itu harus meninggal di dalam kesendirian. Di dalam tahanan bangsanya sendiri yang dia merdekakan," kata dia.
Baca Juga: Mereka yang Bersuara soal Polemik Penulisan Ulang Sejarah, Puan Ingatkan Prinsip Jas Merah
Djarot mengatakan, Bung Karno wafat di Jakarta, kemudian dimakamkan di Kota Blitar. "Ribuan kilo dari Jakarta, satu kota kecil di ujung selatan Kota Blitar, supaya jauh dari pusat pemerintahan yaitu Jakarta," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut, anggaran untuk proyek penulisan ulang sejarah mencapai Rp9 miliar. Menurutnya, nilai anggaran tersebut tidak terlalu banyak.
"Ada, saya lupa anggarannya berapa, nggak banyak sih. Kalau tidak salah catatannya Rp9 miliar," kata Fadli Zon kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
Demikian juga ihwal wafatnya Bung Karno. Djarot meminta agar peristiwa tersebut harus benar-benar dijelaskan apa adanya. Bung Karno meninggal dunia pada 21 Juni 1970 di dalam tahanan rumah pada era Orde Baru.
"Tokoh bangsa dan tokoh dunia yang sepanjang hidupnya berjuang untuk Indonesia itu harus meninggal di dalam kesendirian. Di dalam tahanan bangsanya sendiri yang dia merdekakan," kata dia.
Baca Juga: Mereka yang Bersuara soal Polemik Penulisan Ulang Sejarah, Puan Ingatkan Prinsip Jas Merah
Djarot mengatakan, Bung Karno wafat di Jakarta, kemudian dimakamkan di Kota Blitar. "Ribuan kilo dari Jakarta, satu kota kecil di ujung selatan Kota Blitar, supaya jauh dari pusat pemerintahan yaitu Jakarta," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut, anggaran untuk proyek penulisan ulang sejarah mencapai Rp9 miliar. Menurutnya, nilai anggaran tersebut tidak terlalu banyak.
"Ada, saya lupa anggarannya berapa, nggak banyak sih. Kalau tidak salah catatannya Rp9 miliar," kata Fadli Zon kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
Lihat Juga :