Waspada Klaster Corona di Keluarga! Begini Proses Penyebarannya
Senin, 07 September 2020 - 18:14 WIB
Bahkan kata Erlang, potensi terjadinya klaster keluarga bisa terjadi ketika anak-anak bermain di sekitar lingkungan rumah. "Bisa juga anak-anak yang main di sekitar keluarga dan lingkungan, kemudian datang kemudian membawa virus dan menulari yang lain itu yang terjadi," ucapnya.
(Baca juga: Update Covid-19: 1.386 WNI Positif Terinfeksi, 946 Sembuh)
Menurutnya, kelompok rentan seperti lansia dengan penyakit bawaan juga berpotensi paling tinggi terpapar Covid-19. Bahkan angka kematian dari kelompok ini cukup tinggi. "Pertama orang tua, apalagi kalau punya penyakit paru atau penyakit bawaan sebelumnya, itu sangat rentan terinfeksi dan perburukan sampai meninggal. Anak-anak juga lebih rentan terinfeksi," tuturnya.
Selain itu, Erlang mengatakan dengan aktivitas masyarakat dari pembatasan sosial berskala besar yang sudah mulai dibuka namun tidak mematuhi protokol kesehatan juga berpotensi terjadinya klaster penyebaran virus Corona di klaster keluarga.
"Ya ini akibatnya karena (aktivitas) sudah dibebaskan, jadinya orang beraktivitas seperti biasa dan yang lagi-lagi sekarang orang tidak sadar bahwa dia terinfeksi oleh lingkungan sekitar misalnya dari kantor atau teman atau ketika lagi apa lagi bersosialisasi itu yang jadi masalah," kata Erlang.
(Baca juga: Update Covid-19: 1.386 WNI Positif Terinfeksi, 946 Sembuh)
Menurutnya, kelompok rentan seperti lansia dengan penyakit bawaan juga berpotensi paling tinggi terpapar Covid-19. Bahkan angka kematian dari kelompok ini cukup tinggi. "Pertama orang tua, apalagi kalau punya penyakit paru atau penyakit bawaan sebelumnya, itu sangat rentan terinfeksi dan perburukan sampai meninggal. Anak-anak juga lebih rentan terinfeksi," tuturnya.
Selain itu, Erlang mengatakan dengan aktivitas masyarakat dari pembatasan sosial berskala besar yang sudah mulai dibuka namun tidak mematuhi protokol kesehatan juga berpotensi terjadinya klaster penyebaran virus Corona di klaster keluarga.
"Ya ini akibatnya karena (aktivitas) sudah dibebaskan, jadinya orang beraktivitas seperti biasa dan yang lagi-lagi sekarang orang tidak sadar bahwa dia terinfeksi oleh lingkungan sekitar misalnya dari kantor atau teman atau ketika lagi apa lagi bersosialisasi itu yang jadi masalah," kata Erlang.
Lihat Juga :