India-Pakistan: Mozaik Identitas, Kekuasaan, dan Mimpi yang Terbelah
Jum'at, 16 Mei 2025 - 10:24 WIB
Khairi Fuady, Co-Founder Indonesia South-South Foundation. Foto/Istimewa
Khairi Fuady
Co-Founder Indonesia South-South Foundation
DALAM rentang panjang sejarah dan denting ambisi manusia, konflik India-Pakistan berdiri bagai lukisan abadi, penuh warna luka dan harap. Kisah ini bukan sekadar pertarungan dua bangsa, melainkan mozaik identitas, kekuasaan, dan mimpi yang terbelah.
Pada 1947, ketika Imperium Inggris menarik nafas terakhirnya di anak benua India, lahirlah India dan Pakistan dari rahim kemerdekaan yang penuh darah. Garis Radcliffe, yang digurat dengan tergesa, bukan hanya memisahkan tanah, tetapi juga hati dan nasib.
Co-Founder Indonesia South-South Foundation
DALAM rentang panjang sejarah dan denting ambisi manusia, konflik India-Pakistan berdiri bagai lukisan abadi, penuh warna luka dan harap. Kisah ini bukan sekadar pertarungan dua bangsa, melainkan mozaik identitas, kekuasaan, dan mimpi yang terbelah.
Pada 1947, ketika Imperium Inggris menarik nafas terakhirnya di anak benua India, lahirlah India dan Pakistan dari rahim kemerdekaan yang penuh darah. Garis Radcliffe, yang digurat dengan tergesa, bukan hanya memisahkan tanah, tetapi juga hati dan nasib.
Lihat Juga :