Menekraf Percaya FSAI Jadi Wadah Promosi Ekonomi Kreatif Indonesia-Australia

Senin, 12 Mei 2025 - 19:53 WIB
"Ini menunjukkan bahwa ada ruang yang luas dan menjanjikan bagi kolaborasi antara industri perfilman Indonesia dan Australia, seperti melalui koproduksi film, pertukaran sineas, dan distribusi film di kedua negara," ucapnya didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu.

Di sisi lain FSAI 2025 juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa film, pembuat film baru, dan masyarakat umum untuk belajar dari para pembuat film dan akademisi Australia, serta alumni Australia di sesi masterclass. Riefky pun berharap langkah itu menjadi strategis sebagai wadah memperkuat ekosistem perfilman dan meningkatkan kesadaran global tentang keunikan budaya dan kreativitas Indonesia.

Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier menyebut momentum 1 dekade FSAI membuka ruang kolaborasi yang besar bagi Australia dan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang perfilman. Duta Besar Roderick Brazier menekankan kerja sama itu tidak hanya soal produksi film tetapi juga dalam meningkatkan reputasi dan pengaruh kedua negara di kancah internasional.

"Dengan kerja sama yang lebih erat, kami percaya bahwa industri film Australia dan Indonesia dapat menjadi contoh bagi industri kreatif lainnya dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara," kata Duta Besar Roderick Brazier.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!