5 Kesamaan Jokowi dan Dedi Mulyadi, Nomor 2 Kedepankan Hal-hal Populis Demi Simpati Rakyat

Sabtu, 10 Mei 2025 - 08:08 WIB
Sehingga, lanjut dia, Dedi Mulyadi memaksimalkan penggunaan media sosial untuk mempublikasikan kegiatannya agar popularitas dan elektabilitas semakin baik. Menurut Fernando, seharusnya kepala daerah lebih memprioritaskan hasil kerjanya dibanding lebih mempublikasikan apa yang dikerjakan.

“Sehingga sangat terlihat sekali apa tujuan dari Dedi Mulyadi mempublikasikan kegiatannya hanya untuk kepentingan politik. Sebaiknya kepala daerah jangan lebih memprioritaskan membangun citra diri sehingga hasil kerja secara faktual tidak sebanding dengan hasil kerja yang dipromosikan melalui media.

Parpol Harus Hadirkan Pemimpin yang Bisa Beri Solusi



Fernando mengatakan, seharusnya masyarakat menjadikan Jokowi sebagai pembelajaran untuk memilih pemimpin ke depan. “Jangan hanya melihat popularitas dan aktivitasnya yang terkesan populis, namun minim kerja nyata dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dia menambahkan, begitu juga dengan partai politik, sudah saatnya mencari pemimpin bukan hanya pertimbangan pragmatis, namun menghadirkan pemimpin yang bisa memberikan solusi dan menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa.

Dia menuturkan, semua stakeholder harus bisa memberikan pendidikan politik kepada pemilih, sehingga mampu menjadi pemilih cerdas yang memilih bukan karena emosi tetapi kapabilitasnya.

“Kalau melihat konten yang dibuat oleh tim kreatif Dedi Mulyadi memang sengaja untuk menyasar ibu-ibu yang akan bisa memberikan manfaat banyak kalau mereka sudah tersentuh dan menjadi pendukung,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!