Akhir Perang Rusia-Ukraina dan Pengaruh Korea Utara-China

Minggu, 27 April 2025 - 12:31 WIB
Profesor Ilmu Politik dan Studi Internasional, Universitas Yonsei, Korea Selatan, Prof Wooyeal Paik. FOTO/IST
Wooyeal Paik

Profesor Ilmu Politik dan Studi Internasional, Universitas Yonsei, Korea Selatan



PRESIDEN Rusia Vladimir Putin telah mengundang secara resmi Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un untuk menghadiri parade militer di Moskow pada 9 Mei, hari yang memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Imbalan diplomatik yang ditawarkan Rusia atas keterlibatan militer Korea Utara dalam perang di Ukraina jauh melampaui ekspektasi.

Posisi militer dan diplomatik Korea Utara telah berubah secara signifikan dibandingkan dengan posisinya sebelum perang, sebelum adanya transfer senjata dan dukungan pasukan. Selain menerima perlakuan istimewa dari Rusia, Korea Utara kini juga menarik perhatian negara-negara Eropa yang mendukung Ukraina. Korea Selatan, Jepang, dan China semakin cemas tentang potensi dampak regional dari meningkatnya pengaruh Korea Utara melalui hubungannya dengan Rusia.

Sejak dimulainya pemerintahan Donald Trump yang kedua, yang tahun ini mulai mengutamakan kepentingan ekonomi jangka pendek tanpa membedakan sekutu dan musuh, pengaruh Korea Utara terhadap Rusia dipastikan akan semakin menguat. Terutama, berbeda dengan Pemerintahan Joe Biden sebelumnya, Pemerintahan Trump memilih untuk tetap diam atas invasi Rusia ke Ukraina dan mendorong penyelesaian perang yang menguntungkan Rusia.

Baca juga: Putin Klaim Rusia Rebut Kembali Kursk dari Tentara Ukraina
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!