Ribuan Prajurit TNI Satgas Perdamaian Dunia di Lebanon Kembali ke Tanah Air
Kamis, 24 April 2025 - 11:32 WIB
Ribuan Satgas Kontingen Garuda TNI UNIFIL TA 2024 yang bertugas di Lebanon telah kembali ke Indonesia. Mereka berkumpul di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025). Foto: Danandaya Aria Putra
JAKARTA - Ribuan Satgas Kontingen Garuda TNI UNIFIL tahun anggaran (TA) 2024 yang bertugas di Lebanon telah kembali ke Indonesia. Mereka berkumpul di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025) untuk mengikuti acara penyambutan.
Dalam amanat Panglima TNI Jendral TNI Agus Subiyanto yang dibacakan Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Taruli Horja Tampubolon selaku Inspektur Upacara bahwa Panglima TNI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada prajurit yang selesai melaksanakan tugas kenegaraan dan dedikasi serta loyalitas selama penugasan.
Baca juga: UNIFIL Sumpah 10.000 Pasukan PBB Tetap di Lebanon Meski Ditekan Israel
"Tidak ada kebanggaan yang lebih besar bagi seorang Panglima selain menerima kembali prajuritnya yang pulang dari tugas operasi membawa keberhasilan sebagai pasukan perdamaian dunia di Lebanon," ujar Richard dalam sambutannya, Kamis (24/4/2025).
Misi perdamaian ini bukalah penugasan biasa. Sebab, prajurit TNI menghadapi ancaman nyata selama bertugas apalagi saat ketegangan antarkedua negara kian memanas.
"Sejak pecahnya konflik antara Hizbullah dan Israel pada Oktober 2023 para prajurit kita menghadapi situasi krisis yang penuh risiko terutama pada puncak ketegangan antara September hingga November 2024," katanya.
Dalam amanat Panglima TNI Jendral TNI Agus Subiyanto yang dibacakan Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Taruli Horja Tampubolon selaku Inspektur Upacara bahwa Panglima TNI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada prajurit yang selesai melaksanakan tugas kenegaraan dan dedikasi serta loyalitas selama penugasan.
Baca juga: UNIFIL Sumpah 10.000 Pasukan PBB Tetap di Lebanon Meski Ditekan Israel
"Tidak ada kebanggaan yang lebih besar bagi seorang Panglima selain menerima kembali prajuritnya yang pulang dari tugas operasi membawa keberhasilan sebagai pasukan perdamaian dunia di Lebanon," ujar Richard dalam sambutannya, Kamis (24/4/2025).
Misi perdamaian ini bukalah penugasan biasa. Sebab, prajurit TNI menghadapi ancaman nyata selama bertugas apalagi saat ketegangan antarkedua negara kian memanas.
"Sejak pecahnya konflik antara Hizbullah dan Israel pada Oktober 2023 para prajurit kita menghadapi situasi krisis yang penuh risiko terutama pada puncak ketegangan antara September hingga November 2024," katanya.
Lihat Juga :