Hari Kedua Workshop Esoterika Fellowship Program, Denny JA: AI Dorong Tafsir Agama Pro Hak Asasi

Selasa, 22 April 2025 - 21:21 WIB
Para peserta sendiri terdiri dari 17 doktor, 6 master dan 2 profesor, yang mewakili spektrum agama dan disiplin ilmu yang luas, dari filsafat, teologi, hingga sosiologi.

Workshop hari kedua dimulai dengan sesi yang membahas soal menggali kekayaan kultural agama-agama yang diisi oleh Dr. Halim Wiryadinata dari Universitas Kristen Indonesia yang menekankan soal agama sebagai dokumen peradaban dan Sidrotun Naim, Ph.D dari IPMI yang membahas bagaimana dokumen lama tentang toleransi dapat kembali dihidupkan dalam konteks modern.

Sesi diskusi berlanjut dengan topik perebutan tafsir agama yang disampaikan oleh Neng Hannah dari UIN Bandung dan tim pengajar dari IAIN Ambon. Mereka menyoroti bahwa tidak ada tafsir tunggal dalam agama, serta pentingnya keberanian dalam menghadirkan pendekatan-pendekatan baru terhadap kitab suci.

Kemudian sesi ketiga membahas soal agama di era Google yang menggambarkan dinamika pencarian spiritual dalam era digital. Pengajar teologi Hindu Fakultas Brahma Widya dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa yakni Drs. I Ketut Donder, M.Ag., PhD.D. dan tim pengajar dari STABN Sriwijaya yang menampilkan data tentang 4.300 lebih agama dan kepercayaan yang tersebar di dunia, serta fakta-fakta Google yang memperlihatkan dua tren besar dalam moralitas publik.

Tema spiritualitas di era AI menjadi sorotan berikutnya, dengan pembicara yakni Abdullah Sumrahadi dari President University, Dr. Mohamad Shofan dari UIN Cirebon, dan Monica JR dari Esoterika. Mereka membahas keterkaitan antara spiritualitas, filsafat, dan teknologi kecerdasan buatan, dari neuroscience hingga prinsip-prinsip universal tentang satu bumi, satu homo sapiens, satu spiritualitas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!