BPOM Prihatin Fenomena Maraknya Penyebaran Informasi Tak Akurat di Medsos

Minggu, 23 Maret 2025 - 12:33 WIB
BPOM Prihatin Fenomena...
BPOM sangat prihatin dengan fenomena penyebaran informasi tidak akurat di media sosial. Foto/SindoNews
JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) meminta masyarakat untuk tidak memercayai informasi yang tidak terverifikasi di media sosial (medsos). BPOM sangat prihatin dengan fenomena penyebaran informasi tidak akurat di masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar meluruskan informasi yang tidak akurat di berbagai media sosial mengenai PT. Ratansha Purnama Abadi, pabrik kosmetik skincare yang ditutup dan telah diajukan ke pengadilan karena melanggar penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri.

Menurut Ikrar, pihaknya selalu komitmen dalam melaksanakan pengawasan ketat terhadap seluruh produk kosmetik yang beredar di masyarakat. BPOM memiliki prosedur evaluasi yang ketat sebelum mengeluarkan izin edar bagi setiap produk kosmetik.





“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat merugikan pabrik yang telah mematuhi regulasi dan memperoleh izin edar resmi,” katanya, Minggu (23/3/2025).

BPOM dengan tegas mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial mengenai pabrik Ratansha yang dinarasikan telah diajukan ke pengadilan oleh BPOM sebanyak dua kali, namun selalu gagal adalah informasi yang sama sekali tidak benar.



“Pabrik yang dimaksud (Ratansha) tidak teridentifikasi sebagai pabrik pemasok merkuri. Tuduhan semacam ini tidak memiliki dasar fakta dan dapat merugikan reputasi pabrik yang telah mematuhi regulasi,” katanya.

“Perlu kami tegaskan berita yang beredar di media sosial terkait dengan penutupan pabrik kosmetik tertentu yang diakibatkan oleh ditemukannya bahan berbahaya adalah tidak benar,” sambungnya.
Halaman :
Lihat Juga :
tulis komentar anda
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More