Kongres: Jembatan Hati Kader Muslimat
Sabtu, 22 Februari 2025 - 23:04 WIB
Hal ihwal tersebut di atas lah yang barangkali menjadikan forum dan suasana kongres begitu guyub dan bahkan mengharu biru. Tak terhitung berapa tetes tangis yang tumpah. Sebab semua kader merasakan, mengurus Muslimat adalah jihad yang harus dijalani dengan hati yang tulus ikhlas dalam menjalankan roda organisasi. Dengan segenap keikhlasan dan ketulusan itu lah panji Muslimat terus berkibar, dan suluh organisasi terus menyala di seluruh sudut negeri. Dalam rangka "Li i'laa i kalimatillaah, wa li iqaamati syarii'atih". Mengibarkan kalimat Allah dan menegakkan syariat-Nya.
Momentum kongres kemarin memang sudah selesai. Tapi pesan dan kesannya, tertancap dalam di sudut sanubari para kader dan anggota. Menjadi jembatan hati bagi terhubungnya konektifitas batin antar pengurus, antar kader, dan segenap keluarga besar Muslimat Nahdlatul Ulama.
Alhasil, semoga setiap jengkal proses yang dilalui di kongres kemarin, dengan segala dinamika, serba serbi, dan warna warni di dalamnya, semoga menjadi bekal bagi pengurus, kader, dan anggota Muslimat untuk berkontribusi lebih besar lagi di daerah masing masing.
Bulat air karena pembetung, bulat manusia karena mufakat. Hidup sekali moga beruntung, dengan iman kita beberkat.
Momentum kongres kemarin memang sudah selesai. Tapi pesan dan kesannya, tertancap dalam di sudut sanubari para kader dan anggota. Menjadi jembatan hati bagi terhubungnya konektifitas batin antar pengurus, antar kader, dan segenap keluarga besar Muslimat Nahdlatul Ulama.
Alhasil, semoga setiap jengkal proses yang dilalui di kongres kemarin, dengan segala dinamika, serba serbi, dan warna warni di dalamnya, semoga menjadi bekal bagi pengurus, kader, dan anggota Muslimat untuk berkontribusi lebih besar lagi di daerah masing masing.
Bulat air karena pembetung, bulat manusia karena mufakat. Hidup sekali moga beruntung, dengan iman kita beberkat.
(abd)
Lihat Juga :