7 Fakta Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro yang Pecat Pegawai via WA hingga Kabur saat Didemo
Senin, 20 Januari 2025 - 17:50 WIB
5. Prestasi Satryo di Dunia Pendidikan
Di balik kontroversi tersebut, Satryo memiliki rekam jejak prestasi yang tidak bisa diabaikan. Sebagai seorang ilmuwan, Satryo telah menghasilkan lebih dari 99 publikasi ilmiah. Dia juga pernah menjabat Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).
Satryo memulai karier akademiknya di bidang teknik mesin, meraih gelar Ph.D dari University of California, Berkeley, pada tahun 1985. Pada tahun 1992, dia terpilih menjadi Ketua Jurusan Teknik Mesin di ITB dan mulai 1999-2007 dia menjabat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
Dia juga dikenal sosok yang membawa pembaruan di dunia pendidikan tinggi, terutama dalam memodernisasi kebijakan dan sistem pendidikan di Indonesia. Namun, kontroversi yang menyelimuti masa jabatannya sebagai menteri menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan kariernya.
Di balik kontroversi tersebut, Satryo memiliki rekam jejak prestasi yang tidak bisa diabaikan. Sebagai seorang ilmuwan, Satryo telah menghasilkan lebih dari 99 publikasi ilmiah. Dia juga pernah menjabat Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).
Satryo memulai karier akademiknya di bidang teknik mesin, meraih gelar Ph.D dari University of California, Berkeley, pada tahun 1985. Pada tahun 1992, dia terpilih menjadi Ketua Jurusan Teknik Mesin di ITB dan mulai 1999-2007 dia menjabat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
6. Penghargaan Internasional yang Mengesankan
Prestasi Satryo diakui tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kancah internasional. Salah satu penghargaan bergengsi yang dia terima yakni The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon dari pemerintah Jepang. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam meningkatkan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Jepang.7. Warisan Keluarga dan Latar Belakang Akademik
Satryo lahir di Delft, Belanda, pada 5 Januari 1956. Dia adalah anak Soemantri Brodjonegoro yang pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1973. Dengan latar belakang keluarga yang erat dengan dunia pendidikan, tidak heran jika Satryo melanjutkan tradisi tersebut.Dia juga dikenal sosok yang membawa pembaruan di dunia pendidikan tinggi, terutama dalam memodernisasi kebijakan dan sistem pendidikan di Indonesia. Namun, kontroversi yang menyelimuti masa jabatannya sebagai menteri menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan kariernya.
(jon)
Lihat Juga :