Status Pasukan Korea Utara di Rusia dan Perlindungan sebagai Tawanan Perang
Sabtu, 04 Januari 2025 - 09:40 WIB
Nam Seung Hyun. Foto/Dok. SINDOnews
Nam Seung Hyun
Associate Professor and Head Professor of International Law, Korea National Diplomatic Academy
DENGAN laporan bahwa sekitar 10.000 pasukan Korea Utara telah dikerahkan ke wilayah Kursk di Rusia, menjadi jelas bahwa Korea Utara terlibat dalam tindakan agresi ilegal Rusia terhadap Ukraina. Presiden Zelensky bahkan mengonfirmasi pada 8 November bahwa tentara Korea Utara ikut serta dalam pertempuran melawan militer Ukraina.
Sebagai tanggapan, pada 31 Oktober 2024, Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Selandia Baru, Inggris, dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa semuanya mengutuk pengerahan tersebut. Pengerahan itu sebagai ancaman keamanan serius bagi komunitas internasional dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Associate Professor and Head Professor of International Law, Korea National Diplomatic Academy
DENGAN laporan bahwa sekitar 10.000 pasukan Korea Utara telah dikerahkan ke wilayah Kursk di Rusia, menjadi jelas bahwa Korea Utara terlibat dalam tindakan agresi ilegal Rusia terhadap Ukraina. Presiden Zelensky bahkan mengonfirmasi pada 8 November bahwa tentara Korea Utara ikut serta dalam pertempuran melawan militer Ukraina.
Sebagai tanggapan, pada 31 Oktober 2024, Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Selandia Baru, Inggris, dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa semuanya mengutuk pengerahan tersebut. Pengerahan itu sebagai ancaman keamanan serius bagi komunitas internasional dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Lihat Juga :